Memaknai Hari Pahlawan bagi Tenaga Kesehatan Bali di Masa Pandemi Covid-19

Tribun Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Virtual bertajuk 'Hari Pahlawan dan Semangat Tenaga Kesehatan Bali di Masa Pandemi', Rabu (11/11/20

TribunBali.com/Noviana Windri Rahmawati
Tribun Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Virtual bertajuk 'Hari Pahlawan dan Semangat Tenaga Kesehatan Bali di Masa Pandemi', Rabu (11/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tribun Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Virtual bertajuk 'Hari Pahlawan dan Semangat Tenaga Kesehatan Bali di Masa Pandemi', Rabu (11/11/2020).

Dengan pembicara Drs. Dewa Made Indra, M.Si selaku Sekda Prov. Bali dan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali; Prof. Dr. Drs. I Putu Gede Suwitha, S.U. - Sejarawan; dr. Ketut Suarjaya, MPPM selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali; dr I Wayan Sudana, M. Kes selaku Direktur Utama RSUP Sanglah; dan dr. I Nyoman Gunarta, MPH selaku Ketua IDI Kabupaten Badung.

Dewa Made Indra dalam sambutannya mengatakan jika dimaknai secara mendalam pahlawan tidak hanya sebatas pejuang yang terlibat dalam perjuangan fisik saja.

Perjuangan pahlawan akam berbeda dari masa ke masa.

Musuh yang dihadapi pun juga akan berbeda dimana periode pertama melawan penjajah; kemudian menghadapi musuh berupa kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan; hingga persaingan dengan negara asing.

"Makna pahlawan kita ambil spiritnya. Secara umum unsur kepahlawanan ada unsur patriotisme, keberanian untuk menegakkan kebenaran, perjuangan tanpa pamrih, kerelaan mengorbankan jiwa dan raga, kejujuran, kesederhanaan," ujarnya.

Dalam konteks pandemi Covid-19, nilai kepahlawanan bisa dihidupkan dan gerakkan kembali untuk mengatasi satu musuh bersama yaitu pandemi Covid-19.

Yang menyebabkan penderitaan di semua sektor kehidupan.

Baca juga: Update Covid-19 Bali 11 November, Kasus Positif Bertambah 93, Sembuh 53, Meninggal Nihil

"Dalam hal ini, tenaga medis boleh dikatakan sebagai pasukan yang berdiri di belakang dan depan. Yang berada di depan tentu petugas melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan. Bisa dari kalangan relawan, pemerintah, ataupun instansi terkait yang mengambil kebijakan, dan juga media yang membantu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Mereka boleh disebut barisan terdepan," paparnya.

"Barisan tengah tentu ada juga. Yaitu mereka yang melakukan testing, tracing, dan pekerjaan lain yang terkait dengan penanganan covid-19. Misalnya petugas karantina. Barisan paling belakang tentu mereka yang sudah pernah terinfeksi Covid-19," tambahnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved