Perjalanan Awal Penanganan Covid-19 di RSUP Sanglah

Pasien Covid-19 pertama kasus meninggal pada 11 Maret 2020 dimana pasien tersebut sebelumnya di rawat di RSUP Sanglah.

TribunBali.com/Noviana Windri Rahmawati
Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes dalam Tribun Bali mFocus Group Discussion (FGD) Virtual bertajuk 'Hari Pahlawan dan Semangat Tenaga Kesehatan Bali di Masa Pandemi', Rabu (11/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Covid-19 resmi diumumkan menyerang Indonesia oleh pemerintah pusat sejak 2 Maret 2020.

Pemerintah Provinsi Bali mengumumkan pasien Covid-19 pertama kasus meninggal pada 11 Maret 2020 dimana pasien tersebut sebelumnya di rawat di RSUP Sanglah.

Lalu bagaimana perjalanan penanganan Covid-19 di RSUP Sanglah?

Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes mengatakan sejak tanggal 22 Januari 2020 sejatinya sudah merawat pasien dengan gejala sangat mirip dengan Covid-19.

Namun, saat itu pihaknya belum bisa dengan cepat memvonis sebagai padien covid-19.

Sebab, saat itu laboratorium PCR masih ada di pemerintah pusat sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk mengetahui hasilnya.

"Pada tanggal 22 Januari tersebut ada 4 orang, 2 orang diantaranya adalah WNA China, 1 orang WNA Mexico, dan 1 orang WNI yang berprofesi sebagai tour leader untuk WNA. Pada saat itu kebetulan kami hanya punya 4 tempat tidur," ujarnya dalam FGD Tribun Bali, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: 30 Jenazah Terlantar di Kremasi oleh RSUP Sanglah

Seiring berjalan waktu dan bertambahnya orang dengan gejala mirip Covid-19, RSUP Sanglah kemudian menambah tempat tidur dan ruang isolasi Covid-19.

Dari 4 tempat tidur menjadi 18 tempat tidur dan itu pun langsung terisi penuh.

Hingga RSUP Sanglah kembali menambahkan hingga 34 tempat tidur, 71 tempat tidur, dan hingga saat ini menjadi 127 tempat tidur.

"Sebagai rumah sakit yang pertama kali mendapatkan pasien Covid-19 pada tanggal 11 Maret 2020, persiapan harus dengan cepat kita lakukan. Diantaranya terutama persiapan SDM. RSUP Sanglah dengan RS kelas A Pendidikan untuk SDM terutama ahlinya tidak ada masalah. Kita mengatur jumlah tenaga kita yang bertugas di ruang isolasi," ujarnya.

Baca juga: Counsellor Medical Australian Pastikan Kesiapan Penanganan Pasien Covid-19 di RSUP Sanglah

Hingga saat ini, RSUP Sanglah telah menyiapkan tenaga kesehatan dan non kesehatan yang terlibat langsung dengan penanganan Covid-19 sebanyak 767 orang.

Diantaranya 70 orang dokter spesialis, 125 orang dokter umum, 345 orang perawat, 36 orang radiographer, 36 orang analis, dan lainnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved