Jawab Isu RS Sengaja Klaim Covid-19 kepada Pasien, Kadiskes Bali: Saya Jamin di Bali Tidak Ada

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menegaskan pihaknya tidak sependapat dengan isu tersebut.

zoom-inlihat foto Jawab Isu RS Sengaja Klaim Covid-19 kepada Pasien, Kadiskes Bali: Saya Jamin di Bali Tidak Ada
Tribun bali
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beredar isu rumah sakit sengaja mengcovidkan pasien dan mafia rumah sakit.

Kabar tersebut membuat masyarakat tidak percaya dengan rumah sakit karena takut akan dicovidkan meski seseungguhnya tidak terinfeksi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menegaskan pihaknya tidak sependapat dengan isu tersebut.

"Saya tidak sependapat dengan kabar itu. Saya yakin teman-teman di rumah sakit itu sudah memiliki integritas. Saya jamin di Bali tidak ada (RS sengaja mencovidkan pasien)," tegasnya dalam FGD Virtual Tribun Bali, Rabu (11/11/2020) lalu.

Sebab menurutnya, tenaga kesehatan di RS memiliki integritas dan standar etika profesi.

Dimana para dokter untuk bisa mendiagnosa dan menetapkan pasien sebagai pasien covid-19 harus melalui suatu tahapan.

Harus melihat dari gejala klinis, pemeriksaan laboratorium, dan lainnya.

Baca juga: Update Covid-19 Bali 12 November, Kasus Positif Bertambah 89, Sembuh 61, Meninggal 1

Baca juga: Suka Duka RSUP Sanglah Tangani Covid-19, Kehabisan Masker N95 Hingga Nakes Terpapar Covid-19

"Tidak main-main itu. Apalagi monitoringnya ketat. Tiap hasil laboratorium positif atau negatif langsung itu real time. Jika itu sampai salah, tentu meragukan profesi dan itu bisa dipidana. Jadi saya jamin di Bali tidak terjadi itu. Astungkara kita aman dan saya percaya teman-teman di rumah sakit dan dinas sudah melakukan upaya luar biasa dan tidak melanggar aturan," paparnya.

Jumlah tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 berdasarkan data yang dihimpun dari Bidang SDK Dinas Kesehatan Provinsi Bali di 58 RS di Bali sebagai berikut.

Total keseluruhan adalah 3160 orang dengan rincian tenaga medis (dokter spesialis dan umum) sebanyak 681 orang, keperawatan & bidan sebanyak 1907 orang, lain-lain (apoteker, analis, rekam medik, dll) sebanyak 572 orang.

Adapun profesionalisme tenaga kesehatan diantaranya diatur oleh aturan perundang-undangan; diawasi oleh pemerintah selaku regulator; secara profesi dan etika diawasi oleh organisasi profesi; pembatadan kewenangan jelas; kewajiban dan hak; first do no harm; profesional dalam bekerja tanpa memandang bangsa, ras, suku, agama.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved