7 Perkiraan Penyebab Morning Sickness, Dari Peningkatan Kadar Hormon Hingga Kekurangan Nutrisi

Gejala ini biasanya timbul di pagi hari dengan frekuensi yang akan menurun setiap harinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

TribunBali.com/Noviana Windri Rahmawati
webinar 'How To Deal with Mprning Sickness' yang digelar oleh KECC, Kamis (19/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan.

Walaupun tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Dokter spesialis kandungan, dr. Sofani Munzila, Sp.OG menjelaskan morning sickness juga disebut Emesis gravidarum atau nausea gravidarum (NVP) adalah gejala mual biasanya disertai muntah yang umumnya terjadi pada awal kehamilan.

Gejala ini biasanya timbul di pagi hari dengan frekuensi yang akan menurun setiap harinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

"Biasanya mulai pada minggu ke-6 sampai ke-14. Hingga saat ini penyebab morning sickness belum diketahui secara pasti. Namun perkiraan beberapa penyebab yang timbul gejala ini antara lain karena meningkatnya kadar hormon esterogen dalam tubuh, meningkatnya kadar hormon hCG, meningkatnya sensitivitas terhadap bau, dan peningkatan kadar bilirubin," terangnya dalam webinar 'How To Deal with Mprning Sickness' yang digelar oleh KECC, Kamis (19/11/2020).

1. Kadar esterogen dalam hal ini dijelaskan meningkat 100 kali lebih tinggi, saat hamil dipercaya berkontribusi pada rasa mual.

Namun sejauh ini belum ditemukan bukti yang menunjukkan perbedaan kadar esterogeb antara wanita hamil dengan atau tanpa morning sickness.

2. Kadar progesteron saat hamil juga akan meningkat.

Tingginya kadar progesteron membantu mengencangkan oto-otot rahim untuk mencegah kelahiran prematur.

Tingginya kadar hormon progresteron memicu berbagai gejala sindrom pramenstruasi seperti mual, nyeri payudara, kembung, dan perubahan mood,l.

Inilah penyebab mual saat hamil.

3. Hormon human chorionic gonadotropin (hCG) diproduksi pertama kali saat embrio mulai berkembangdi rahim setelah pembuahan.

Hormon ini terbentuk dari sel-sel yang membentuk bagian plasenta.

Hormon ini juga yang memicu morning sickness pada ibu hamil.

"Puncak hormon ini biasanya saat usia kehamilan menginjak 9 minggu. Minggu ke-12 dan ke-16 kehamilab rasa mual biasanya mulai menurun," tambahnya.

4. Hipoglikemia atau gula darah rendah juga diduga bisa memicu rasa mual saat hamil.

Hipoglikemia kerap terjadi pada ibu hamil karena plasenta menguras energi dari tubuh ibu.

5. Masalah pada lambung maksudnya adalah saat produksi progesteron meningkat, kondisi ini bisa memberikan dampak yang kurang baik pada esofagus bagian bawah.

Bagian ini berhubungan dengan katup lambung yang juga akan terkena imbasnya.

Ketika kedua bagian ini mengalami sedikit masalah, hal ini bisa memicu rasa mual.

6. Indra penciuman yang sensitif selama wanita hamil yang diduga kuat merangsang mual secara berlebihan.

7. Saat hamil, wanita biasanya kekurangan nutrisi seperti vitamin B6 di dalam tubuh diduga bisa memicu rasa mual.

Vitamin B6 merupakan kandungan yang memiliki berbagai peran penting dalam tubuh.

Mulai dari mengobati anemia, mencegah resiko penyakit jantung, menurunkan kolesterol tinggi hingga kengurangi morning sickness.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved