Awas Komplikasi Morning Sickness, Ini Tanda-Tandanya

Berbagai gejala ini biasanya muncul sejak awal wanita mengandung dan akan membaik di minggu ke-12 kehamilan dan kondisi ini mungkin akan terus muncul.

pixabay
Tanda kehamilan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tanda dan gejala morning sickness antara lain mual, kehilangan nafsu makan, muntah, efek prikologis, misal depresi dan kecemasan.

Berbagai gejala ini biasanya muncul sejak awal wanita mengandung dan akan membaik di minggu ke-12 kehamilan dan kondisi ini mungkin akan terus muncul selama kehamilan.

Morning sickness merupakan salah satu tanda kehamilan normal.

Walaupun tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Kapan harus berkonsultasi ke dokter?

Dokter spesialis kandungan, dr. Sofani Munzila, Sp.OG menjelaskan jika mengalami mual dan muntah selama hamil semakin parah atau disertai gejala tertentu maka harus segera konsultasi ke dokter.

Seperti mengalami muntah yang mengandung darah atau berwarna kecoklatan, mengalami penurunan berat badan, tidak dapat makan dan minum sama sekali,

Sakit kepala yang muncul berkali-kali, tubuh terasa sangat lelah, pusing atau terasa ingin pingsan, dan jantung berdebar-bedar.

"Pada kasus berat seperti hyperemesis gravidarium dapat terjadi komplikasi seperti dehidrasi, depresi dan kecemasan ekstrem, malnutrisi pada janin akibat berat badan ibu yang terus menurun, dan gangguan pada organ penting. Termasuk hati, jantung, ginjal, dan otak," paparnya dalam webinar 'How to Deal With Morning Sickness' yang digelar oleh KECC, Kamis (19/11/2020).

Hyperemesis gravidarium merupakan kondisi yang biasanya baru akan membaik di bulan ke-5 kehamilan dan penting segera mendapatkan perawatan agar tak berujung pada komplikasi.

Beberapa faktor risiko hiperemesis gravidarum, antara lain.

1. Hamil pada usia yang sangat muda.

2. Kehamilan pertama.

3. Kelebihan berat badan (obesitas).

4. Memiliki keluarga dekat (misalnya ibu, kakak, atau adik) yang pernah mengidap hiperemesis gravidarum.

5.Mengidap mola hidatidosa (hamil anggur).

6. Mengandung anak perempuan atau anak kembar.

7. Pernah mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved