Mengenal hyperemesis gravidarium atau Morning Sickness Ekstrem dan Faktor Resikonya

Pada beberapa wanita morning sickness yang gejalanya parah dapat berlanjut menjadi hyperemesis gravidarium atau morning sickness ekstrem.

TribunBali.com/Noviana Windri Rahmawati
webinar 'How To Deal with Mprning Sickness' yang digelar oleh KECC, Kamis (19/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tanda dan gejala morning sickness antara lain mual, kehilangan nafsu makan, muntah, efek prikologis, misal depresi dan kecemasan.

Berbagai gejala inj biasanya muncul sejak awal wanita mengandung dan akan membaik di minggu ke-12 kehamilan dan kondisi ini mungkin akan terus muncul selama kehamilan.

Morning sickness merupakan salah satu tanda kehamilan normal.

Walaupun tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Pada beberapa wanita morning sickness yang gejalanya parah dapat berlanjut menjadi hyperemesis gravidarium atau morning sickness ekstrem.

Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah parah yang dialami ibu hamil.

Kondisi ini rentan menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan drastis.

"Jika ibu hamil mengalami hyperemesis gravidarium, penanganan dari tenaga kesehatan perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi. Segera cari pertolongan kepada dokter," jelas dr. Sofani Munzila, Sp.OG dalam webinar 'How to Deal With Morning Sickness' yang digelar oleh KECC, Kamis (19/11/2020).

Beberapa faktor dikaitkan dengan terjadinya hyperemesis gravidarium diantaranya masih kontroversi.

Diperkirakaan hyperemesis gravidarium disebabkan oleh kombinasi dari beberapa faktor yang sudah disebutkan di atas.

Dan dapat bervariasi antar beberapa wanita seperti generik, stress, hormonal, dan lainnya.

Beberapa faktor risiko hiperemesis gravidarum, antara lain.

1. Hamil pada usia yang sangat muda.

2. Kehamilan pertama.

3. Kelebihan berat badan (obesitas).

4. Memiliki keluarga dekat (misalnya ibu, kakak, atau adik) yang pernah mengidap hiperemesis gravidarum.

5.Mengidap mola hidatidosa (hamil anggur).

6. Mengandung anak perempuan atau anak kembar.

7.Pernah mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved