Syarat dan Tarif Program Bayi Tabung di RSUP Sanglah

Penyebab infertilitas terdiri dari dua yaitu pihak lelaki dan perempuan.

Youtube PKRS Sanglah
Dokter spesialis kandungan RSUP Sanglah, dr. Anom Suardika, Sp. OG(K) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kehadiran buah hati dalam kehidupan adalah idaman bagi setiap pasangan yang telah menikah.

Kehamilan menjadi hal yang paling ditunggu bagi pasangan suami istri.

Namun, tidak semua pasangan yang baru menikah langsung diberikan momongan atau sulit hamil (infertilitas).

Dokter spesialis kandungan RSUP Sanglah, dr. Anom Suardika, Sp. OG(K) menjelaskan infertilitas adalah kondisi dimana pasangan suami istru sudah menikah dan melakukan hubungan seksual secara harmonis selama setahun tanpa kontrasepsi namun tidak kunjung berhasil mewujudkan kehamilan.

Jika sejak menikah, pasutri tidak mendapatkan kehamilan disebut infertilitas primer.

Namun, jika pasutri pernah memiliki anak kemudian berhubungan seksual tidak memakai kontrasepsi namun tidak kunjung mendapatkan kehamilan kembali disebut infertilitas sekunder.

"Pada tahun 1996 di Bali pernah dilakukan penelitian bahwa 4,6 pasangan usia subur itu didapatkan di Bali. Kalau di Indonesia pada tahun 2013 terdapat hampir 800 ribu pasangan yang mengalami infertilitas. Oleh sebab itu, sesuai UU klinik bayi tabung mulai dikembangkan," ujarnya dalam yputub PKRS Sanglah berjudul 'Solusi Cepat Hamil. Yuk Ikuti Bayi Tabung di RSUP Sanglah' yang diakses pada Senin (16/11/2020).

Penyebab infertilitas terdiri dari dua yaitu pihak lelaki dan perempuan.

Pada pihak lelaki penyebab umumnya adalah semen dan sperma yang diproduksi, jumlah sperma rendah, sperma abnormal, testis kepanasan, hingga faktor lingkungan.

Sedangkan pada perempuan penyebab umunya adalah faktor kandungan, faktor telor, dan faktor otak.

Selain itu juga karena pola hidup buruk, diet tidak sehat, kebiasaan merokok, kerusakan pada tuba falopi, hingga kanker tertentu.

"Melihat kondisi zaman sekarang resiko ketidaksuburan pada pria semakin tinggi. Dulu 35 persen, sekarang 40 persen. Jika wanita 50 persen," tambahnya.

Hingga saat ini, di Indonesia sendiri telah terdapat 32 klinik bayi tabung.

Salah satunya yaitu klinik bayi tabung Graha Tunjung RSUP Sanglah berdiri pada tahun 2001 yang merupakan 7 pionir klinik bayi tabung di Indonesia.

dr. Anom Suardika, Sp. OG(K) menuturkan pasangan yang datang ke klinik bayi tabung RSUP Sanglah langkap pertama adalah dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab infertilitas apakah pada wanita atau pria.

Kemudian, hasilnya akan dicocokkan dan ditawarkan program bayi tabung yang tepat.

"Jika masalahnya sederhana, maka akan kami bantu dengan induksi ovulasi. Kemudian kita buatkan jadwal berhubungan, kapan waktu yang tepat. Ini program normal. Tetapi tetap kita lihat gangguan dasar, umur, dan lama menikah," tuturnya.

In Vitro Fertilitation (IVF) atau Bayi Tabung adalah proses mengawinkan sperma dan sel telur di luar tubuh.

Setelah janin berkembang kemudian akan dimasukkan ke dalam rahim.

"Layanan di RSUP Sanglah syarat utamanya adalah merupakan suami ostri yang sah dengan menunjukkan akta nikah, umur di bawah 40 tahun, dan mampu membiayai secara pribadi karena program bayi tabung tidak ditanggung asuransi," tambahnya.

Fasilitar dokter di Bayi Tabung RSUP Sanglah antara lain dokter spesialis fertilitas, dokter spesialis andrologi, dokter bedah, hingga dokter anestesi.

Sementara, untuk tarif inseminasi di bawah Rp 10 juta, untuk bayi tabung rata-rata Rp 43 juta.

"Rata-rata keberhasilan bayi tabung di RSUP Sanglah antara 30-40 persen. Yang sudah berhasil di sini sejak 2001 cukup banyak," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
678 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved