Rekam Jejak Zulkarnaen yang Ditangkap Densus 88, dari Bom Bali hingga Peledakan Rumah Dubes Filipina

Rekam jejak Zulkarnaen yang ditangkap Densus 88 memiliki rentetan kegiatan terorisme selama hidupnya: Bom Bali hingga Peledakan Rumah Dubes Filipina

Editor: Dwisuputra
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
ilustrasi penjahat ditangkap dan diborgol 

TRIBUN-BALI.COM - Zulkarnaen (57) yang ditangkap oleh Densus 88 di Lampung pada Kamis (10/12/2020) lalu ternyata tak hanya berperan sebagai orang di balik yang menyembunyikan penerus dokter Azhari yaitu Upik Lawangan.

Terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) itu diketahui juga memiliki rentetan kegiatan terorisme selama hidupnya.

Zulkarnaen dikenal sebagai pimpinan Askari Markziah.

Demikian disampaokan oleh Kabag Penum Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (15/12/2020).

"Yang pertama adalah pimpinan askari markziah JI. Yang merupakan pelatih akademi militer di Afghanistan selama 7 tahun," kata Kombes Ahmad.

Baca juga: Berikut profil Gek Kanya, Penyanyi Cilik Pendatang Baru di Blantika Musik Bali

Baca juga: Profil dan Daftar Prestasi Personil Queen Angel, Sandhy dan Vannaya

Dijelaskan Ahmad, data dari tim Densus 88 mencatat Zulkarnaen pernah menjadi arsitek kerusuhan di Ambon, Ternate hingga Poso pada 1998 hingga 2000.

Selain itu, dia juga dikenal sebagai otak dari peledakan kediaman duta besar Filipina di Menteng pada tanggal 1 Agustus 2000.

Tak hanya itu, dia juga otak peledakan gereja serentak pada malam Natal tahun 2000.

"Pada 2001 kasus bom Bali 1, tahun 2002 kasus bom mariot, tahun 2003 kasus bom Kedubes Australia 2004. Kasus bom Bali 2 tahun 2005 yang saat ini sudah menjadi DPO selama 18 tahun," jelasnya.

Kerusakan yang terjadi di lokasi ledakan bom di Kuta, Bali, di tahun 2002 (Bom Bali I). (AAP/Dean Lewins via Kompas.com)
Hingga saat ini, pelaku sudah diamankan oleh tim densus 88.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved