Putrayasa Tampilkan Instalasi Pandora Paradise di Nol Km Denpasar, Biaya Pembuatan Rp. 80 Juta

Seniman Bali, I Ketut Putrayasa, memasang instalasi di titik nol km Kota Denpasar bertajuk Pandora Paradise

Editor: Dwisuputra
Tribun Bali/Rizal Fanany
Karya Seni instalasi bertajuk Pandora Paradise, Seniman Bali l Ketut Putrayasa, dipamerkan dii titik nol km Kota Denpasar, Rabu (16/12/2020). Instalasi ini merupakan penanda awal dari serangkaian proyek seni rupa Kuta Sunrise Project Art 2021 yang digelar pada 15 Agustus 2021 mendatang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Seniman Bali, Putrayasa'>I Ketut Putrayasa, memasang instalasi di titik nol km Kota Denpasar bertajuk Pandora Paradise.

Instalasi ini merupakan penanda awal dari serangkaian proyek seni rupa Kuta Sunrise Project Art 2021 yang digelar pada 15 Agustus 2021 mendatang di Discovery Shopping Mall, Bali.

Instalasi yang menggunakan akrilik dan bambu sintetis ini rencananya dipajang seminggu hingga dua minggu ke depan.

Bentuk dari instalasi ini yakni terdiri atas 5 kotak dari akrilik, serta bambu sintetis berwarna merah, putih, kuning, hijau, orange, maupun warna emas.

Baca juga: A.A.A.Ngurah Tini Rusmini Gorda Raih Penghargaan Anugerah Perempuan Indonesia (API) 2020

Sang seniman mengaku, pembuatan instalasi ini menghabiskan dana hampir Rp. 80 juta yang dikerjakan bersama 20 orang pekerja.

“Pembuatan instalasi ini memakan waktu 20 hari yang digarap oleh 20 orang,” katanya.

Selain di titik nol km Kota Denpasar, pihaknya juga akan memasang instalasi di 8 kabupaten lainnya.

Pemasangannya akan dilakukan setiap tanggal 15 bulan berjalan secara bergantian dengan arah berlawanan jarum jam.

“15 Januari 2021 akan dipasang di Gianyar, lalu di Klungkung, Karangasem, Bangli, Buleleng, Jembrana, Tabanan, dan puncaknya di Kuta, sehingga berlawanan arah jarum jam,” kata Putrayasa, yang dihubungi Rabu (16/12/2020) siang.

Pusatnya di Kuta, ia akan menghadirkan instalasi matahari dengan sentuhan teknologi sehingga seolah-olah matahari terbit di Kuta, Badung.

Putrayasa mengaku pembuatan instalasi Pandora Paradise ini juga berkaitan dengan Covid-19.

“Kotak pandora itu kan kotak yang menyimpan keburukan manusia, termasuk penyakit. Kotak itu tertembus bambu, artinya terbuka, dan ada satu kotak yang belum tertembus bambu adalah kotak harapan,” katanya.

Sehingga kotak harapan tersebut merupakan harapan yang menyelamatkan manusia setelah pandemi Covid-19. 

Ia menambahkan, inspirasi karya seni instalasi ini datang dari mitologi Yunani, tentang sebuah kotak istimewa yang kemudian hari menjadi sebab datangnya malapetaka.

Baca juga: I Ketut Adiputra Karang, Dirut Baru PT. Jasamarga Bali Tol: Saya Kaget dan Tidak Sangka

“Karya seni instalasi Pandora Paradise merupakan tafsir bebas atas mitologi Kotak Pandora itu. Kata ‘paradise’ tentu sebuah metafora, ia sebuah perumpamaan, sebagai imaji ruang dengan dalil matematik, dimana segala hal bisa dihitung, diketahui, dan dijelajahi,” imbuhnya.

Pandora Paradise seakan medan tarung antara keindahan dan kengerian yang menghujam.

Warna psychedelic pada bambu-bambu itu menenggelamkan rasa ngeri ujung bambu. (*).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved