Persembahyangan Saraswati

Persembahyangan Saraswati di Pura Jagatnatha Denpasar Dibatasi hingga Pukul 20.00 Wita

“Di pintu masuk pura, petugas meminta pemedek cuci tangan, suhunya juga dicek,” katanya.

Tribun Bali
Pelaksanaan persembahyangan di Pura Jagatnatha Denpasar 

Surat edaran ini bernomor 25/MDA-DPS/I/2021. 

Bendesa Madya MMDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana mengatakan dikeluarkannya surat edaran ini dikarenakan Denpasar masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

“Karena Denpasar masih melaksanakan PPKM, dan pandemi Covid-19 belum mereda, maka kami mengeluarkan surat edaran dalam melaksanakan rangkaian upacara adat dan keagamaan tersebut,” kata Sudiana

Ia mengatakan, pada intinya seluruh rangkaian upacara dapat dilaksanakan.

Hanya saja penerapan protokol kesehatan wajib diperketat.

Sehingga mampu menjadi langkah antisipasi adanya penularan Covid-19 akibat klaster upacara adat dan keagamaan. 

“Rangkaian upacara tetap dilaksanakan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat, baik itu menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak aman dan tidak berkerumun, nantinya rangkaian tersebut diawasi oleh Satgas Covid-19 di Desa Adat,” katanya.

Sudiana mengatakan, saat Saraswati, masyarakat diimbau untuk melaksanakan persembahyangan dari rumah baik di merajan maupun di sanggah masing-masing.

Selain itu, rangkaian hari suci yang memperingati turunya ilmu pengetahuan ini digelar lebih singkat tanpa adanya rembug sastra. 

Untuk Banyu Pinaruh, masyarakat diimbau untuk tidak ke pantai atau tempat umum lainya.

Melainkan melaksanakan pengelukatan dari rumah. 

Dimana, upakara  pengelukatan akan dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar di Pantai Padanggalak.

Nantinya, tirta pengelukatan dibagikan kepada masyarakat Kota Denpasar melalui Desa Adat. 

“Dari imbauan ini juga kami sampaikan bahwa bagi Desa Adat yang di wilayahnya terdapat pantai atau beji tempat melukat agar melaksanakan pengawasan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta melaksanakan penjagaan pintu masuk dan mengimbau krama desa adat untuk tidak melaksanakan pengelukatan di pantai saat Hari Banyu Pinaruh,” katanya.

Sedangkan untuk Pagerwesi, Sudiana mengatakan bahwa secara umum pelaksanaanya tetap memperhatikan dresta di masing-masing desa adat. 

Namun demikian, penerapan protokol kesehatan agar terus dioptimalkan dan dilaksanakan pengawasan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved