Imlek

Angpao

Angpau adalah bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek 

Tribunnews
angpao 

Angpau adalah bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek 

TRIBUN-BALI.COM - Dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa dan Asia, angpau (Hanzi: 紅包, pinyin: hóngbāo) adalah bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek atau perayaan lainnya. 

Bahasa Hokkien menyebutnya angpau, Kantonis sebagai lai see (利市/利是), Vietnam sebagai lì xì, dan Korea sebagai sae bae don (세뱃돈/歲拜돈).

Etimologi

Istilah angpao dalam kamus berbahasa Mandarin didefinisikan sebagai "uang yang dibungkus dalam kemasan merah sebagai hadiah; bonus bayaran; uang bonus yang diberikan kepada pembeli oleh penjual karena telah membeli produknya; sogokan". 

Hong memiliki arti marga Hong; merah, populer, revolusioner, bonus". 

Bao memiliki arti "menutupi, membungkus, memegang, memasukkan, mengurusi, kontrak, kemasan, pembungkus, kontainer, tas, menerima, bungkusan".

Legenda

Menurut legenda, ada makhluk mengerikan bernama Nian (Nien).

Setahun sekali Nian akan keluar dari hutan di malam hari dan melahap seluruh desa.

Langkah-langkah perlindungan terhadap Nian selama malam Tahun Baru berubah menjadi perayaan Festival Musim Semi.

Di Indonesia, masyarakat lebih familiar dengan istilah Imlek daripada istilah Festival Musim Semi, Chinese New Year atau Lunar New Year.

Orang tua akan memberikan uang pada anak-anak malam itu untuk menyuap monster atau roh jahat lainnya.

Dalam cerita populer lainnya, ada iblis bernama Sui.

Pada Malam Tahun Baru, Sui akan datang dan menepuk kepala anak-anak saat tidur.

Sentuhan iblis Sui menyebabkan anak-anak tercemar.

Untuk melindungi anak-anaknya, orang tua akan terjaga sepanjang malam.

Sepasang suami istri memberikan koin untuk mainan pada anaknya.

Ketika si anak tidur, ia meletakkan koin di sebelah bantal.

Di tengah malam, ketika akan meraih si anak, iblis Sui takut karena melihat koin itu berkilau dalam kegelapan.

Keesokan harinya, pasangan itu membungkus koin dengan kertas merah untuk ditunjukkan pada tetangganya.

Sejarah

Tradisi uang keberuntungan dimulai pada Dinasti Han.

Daripada uang sungguhan, orang saat itu menggunakan koleksi kecil dalam bentuk koin untuk mengusir roh jahat.

Sekumpulan koin tersebut diikat dengan benang merah. Ungkapan dan simbol keberuntungan terukir di permukaan koin.

Seperti perdamaian dunia (tian xia tai ping), umur panjang dan kekayaan (qian qiu wan sui) dengan gambar naga dan burung phoenix. 

Praktik itu kini beralih menjadi kertas merah dan uang dimasukkan ke dalam amplop merah.

Cara Memberi dan Menerima

Kamu bisa mendapatkan angpao saat melakukan kunjungan Tahun Baru (bai nian).

Biasanya anak dan cucu akan melakukan tiga kowtow kepada kakek nenek.

Kowtow secara harfiah berarti mengetuk kepala (ke lantai).

Cara melakukan kowtow, berlutut dan letakkan tangan di lantai.

Tekuk dan sandarkan kepada di antara kedua tangan.

Gerakan seperti bersujud ini adalah bentuk penghormatan mendalam.

Lalu kamu akan mendapatkan angpao.

Anak-anak di keluarga yang kurang tradisional, punya cara lain.

Ungkapannya adalah gong xi fa cai, hong bao na lai.

Artinya semoga kekayaan dan kemakmuran atasmu, berikan angpao.

Jika kamu yang membagikan angpao, cobalah tidak bersikap blak-blakan.

Budaya Cina menekankan taktik yang lembut dan ramah tamah.

Yang paling baik adalah, memastikan orang tua melihat kamu memberikan uang.

Orang tua terkadang menyimpan angpao anak-anaknya, mencegah mereka menghamburkan uang.

Bersikaplah tulus saat memberikan angpao kepada orang tua sendiri.

Sertai ucapan, semoga kesehatan dan panjang umur dan terima kasih dengan tulus.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

Informasi

Budaya: Angpau

Penganut: Masyarakat Tionghoa

Momen: Hari Raya Imlek
 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved