Musik

Mengenang 18 Tahun Tragedi Kebakaran di Tengah Konser Musik Rock di AS Yang Tewaskan 100 Orang

Malapetaka itu turut melukai lebih dari 200 orang dan menjadi kebakaran paling mematikan di Amerika Serikat di tempat hiburan setelah peristiwa Beverl

Editor: Noviana Windri Rahmawati
sumber Tribunnews Wiki
Kebakaran di tengah konser rock yang digelar di sebuah kelab malam di Rhode Island pada 20 Februari, tepat 18 tahun silam 

TRIBUNBALI-WIKI.COM - Kebakaran di tengah konser rock yang digelar di sebuah kelab malam di Rhode Island pada 20 Februari, tepat 18 tahun silam, menewaskan 100 orang.

Malapetaka itu turut melukai lebih dari 200 orang dan menjadi kebakaran paling mematikan di Amerika Serikat di tempat hiburan setelah peristiwa Beverly Hill Supper Club tahun 1977.

Kebakaran itu disebabkan oleh api dari piroteknik yang menyebar ke busa kedap suara yang ada di langit-langit klub malam tersebut.

Daniel Biechele, manajer band Great White dianggap bertanggung jawab atas peristiwa karena menyalakan piroteknik tanpa izin. Dia menjalani masa hukuman di penjara selama empat tahun.[1]

·        Kemunculan api

Kebakaran di tengah konser rock yang digelar di sebuah kelab malam di Rhode Island pada 20 Februari, tepat 18 tahun silam
Kebakaran di tengah konser rock yang digelar di sebuah kelab malam di Rhode Island pada 20 Februari, tepat 18 tahun silam (Sumber Kompas)

Kelab malam Station di West Warwick berencana menggelar konser rock yang menampilkan band Great White pada malam hari tanggal 20 Februari 2003.

Pada malam itu awak berita setempat hadir di sana untuk meliput masalah keamanan d klub malam itu.

Sementara itu, empat hari sebelumnya, ada 21 orang yang tewas akibat peristiwa dorong-mendorong karena kepanikan di sebuah kelab di Chicago.

Klub malam Station dimiliki oleh Jeffrey Derderian dan saudara laki-lakinya, Michael Derderian.

Tepat setelah pukul 11 malam, mendekati dimulainya pertunjukan, manajer tur band itu yang bernama Daniel Biechele menyalakan piroteknik di belakang para penampil.

Namun, api piroteknik ini menyebar hingga busa kedap suara pada langit-langit.

Untuk beberapa saat, tidak ada yang menyadari bahaya yang sedang mengancam. Kepanikan mulai terjadi ketika api menyebar dengan cepat.[2]

·        Tragedi

Kebakaran di tengah konser rock yang digelar di sebuah kelab malam di Rhode Island pada 20 Februari, tepat 18 tahun silam
Kebakaran di tengah konser rock yang digelar di sebuah kelab malam di Rhode Island pada 20 Februari, tepat 18 tahun silam (sumber kompas)

Sekitar 400 orang yang ada di dalam kelab itu berusaha meninggalkan tempat itu melalui pintu depan.

Asap hitam memenuhi bagian dalam klub dan membuat orang-orang tergesa-gesa keluar dan justru memerangkap mereka.

Pemadam kebakaran sudah datang dalam beberapa menit dan bekerja keras mengeluarkan orang-orang melalui pintu depan.

Namun, 96 orang tewas karena api dan asap. Mayoritas dari mereka ditemukan di dekat pintu depan.

Gitaris Great White, Ty Longley, turut tewas. Sebanyak 35 orang lainnya berada dalam kondisi kritis. Empat dari mereka kemudian meninggal.

Daniel Biechele dituntut karena menyalakan piroteknik tanpa izin yang menyebabkan pembunuhan tak disengaja.

Dia menjalani hukuman di penjara selama 4 tahun, dan ada penangguhan selama 11 tahun. Pemiliki klub turut dijatuhi hukuman penjara.[3]

·        Memorial park

Setelah malapetaka ini, National Fire Protection Association menerapkan ketentuan-ketentuan yang lebih ketat mengenai fire sprinkle dan manajemen kerumunan di klub malam.

Ketentuan itu menandai perubahan besar dalam aturan dan standara keamanan di tempat-tempat berkumpulnya orang.[4]

Tempat kebakaran kemudian dijadikan memorial park dan dibuka pada bulan Mei 2017.

Memorial park itu dibangun oleh Station Fire Memorial Foundation yang beranggotakan kerabat korban dan penyintas.[5]

Peristiwa: Kebakaran kelab malam di Rhode Island

Tanggal: 20 Februari 2003
 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved