Peringati Hari Buruh, Pertamina DPPU Ngurah Rai Gelar Webinar 'HIV AIDS di Tempat Kerja'

PT Pertamina (Persero) DPPU Ngurah Rai melalui Yakeba dan KPA Kabupaten Badung menyelenggarakan webinar dalam rangka Hari Buruh Internasional

Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Noviana Windri Rahmawati
Tribun Bali/Noviana WIndri
Dalam rangkaian program Sadar dengan AIDS dan Narkoba (sadana), PT Pertamina (Persero) DPPU Ngurah Rai melalui Yakeba dan KPA Kabupaten Badung menyelenggarakan webinar ddalam rangka Hari Buruh Internasional yang akan diselenggarakan pada Hari Senin, 3 Mei 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangkaian program Sadar dengan AIDS dan Narkoba (sadana), PT Pertamina (Persero) DPPU Ngurah Rai melalui Yakeba dan KPA Kabupaten Badung menyelenggarakan webinar dalam rangka Hari Buruh Internasional yang akan diselenggarakan pada Hari Senin, 3 Mei 2021.

Dalam webinar tersebut, membahas program ILO yakni tentang 'HIV AIDS di Tempat Kerja'.

ILO telah membuat rekomendasi mengenai HIV AIDS kerja, 2010 (No.200).

Rekomendasi ILO NO. 200 merupakan standar ketenagakerjaan Internasional pertama tentang HIV AIDS dan memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan kebijakan dan program tempat kerja efektif dan responsif gander mengenai HIV AIDS

Indonesia merupakan salah satu negara secara aktif terlibat dalam mempromosikan program pencegahan HIV AIDS di tempat kerja. 

Kementerian Ketenagakerjaan telah secara aktif berpartisipasi dan berkotribusi dalam penganggulangan epidemi melalui keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 68/2004 tentang pencegahan dan pengendalian HIV AIDS di tempat kerja.

"Dimana, orang yang hidup dengan HIV sebagian besar mengalami stigma dan diskriminasi yang mempengaruhi hak atas kesempatan kerja setara. Stigma dan diskriminasi mempengaruhi kekhawatiran orang yang hidup dengan HIV terkait pengungkapan status HIV di tempat kerja. Ini juga dapat menyebabkan menurunnya motivasi untuk mengakses layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV," terang Dhita Utami, perwakilan DPPU Ngurah Rai. 

Sementara, dampak HIV dan AIDS dalam dunia kerja seperti dijelaskan pembicara dalam webina dr Kurnia Putra diantaranya yakni mengurangi produktivitas dan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, mengurangi tenaga kerja, kehilangan pekerja dengan keahlian khusus dan berpengalaman, meningkatkan beban biaya kesehatan, meningkatkan angja absensi, dan mengurangi tingkat pendapatan.

Dalam hal ini, adapun langkah Pertamina dalam pencegahan dan pengelolaan HIV dan AIDS diantaranya pengakuan HIV dan AIDS sebagai persoalan kerja, non-diskriminasi, kesetaraan gender, kesehatan lingkungan, larangan skrining dalam proses rekrutmen dan kerja, kerahasiaan, kelanjutan status hubungan kerja, pencegahan, kepedulian dan dukungan.

Adapun tujuan webinar ini diantaranya untuk memperkuat pengembangan kapasitas layanan HIV AIDS di tempat kerja dan mempromosikan kebijakan Non-Stigma dan Diskriminasi terkait dengan HIV AIDS.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved