Ini Penjelasan Terkait Mitos Bunga Gumitir yang Tidak Boleh Dipakai Sembahyang

Tribunners, banyak beredar info dan mitos mengenai bunga gumitir yang tidak boleh dipakai sembahyang. 

Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali
Bunga Gumitir 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tribunners, banyak beredar info dan mitos mengenai bunga gumitir yang tidak boleh dipakai sembahyang. 

"Di Bali memang ada beberapa mitos tentang bunga, pisang saba, dan sebagainya," jelas Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti kepada Tribun Bali beberapa waktu lalu.

Salah satu mitos tentang bunga gumitir, dikatakan tidak bisa dipakai muspa selama ini.

"Hal ini dimitoskan karena  katanya saat Dewi Durga dalam keadaan kotor kain (menstruasi), maka kainnya yang berdarah di jemur di atas tanaman pohon bunga gumitir. Sehingga dikatakan bunga gumitir tidak bisa dipakai muspa," jelas beliau. 

Beliau menjelaskan bahwa sesuai dengan ajaran agama Hindu yang menyebutkan bahwa bunga yang bisa dipersembahkan atau dipakai muspa memiliki beberapa kriteria. 

Bunga yang berbau harum, bunga yang tidak layu, bunga yang didapat dari memetik, dan bukan bunga yang sudah jatuh karena sudah tua atau layu.

Bunga yang bukan dari kuburan, bunga yang tidak berisi semut, bunga yang berisi ulat (bunga uleran).

BACA JUGA: Sebanyak 10.991 Nakes di Denpasar Akan Mendapat Vaksinasi Dosis Ketiga Jenis Moderna 

"Kalau kita perhatikan maka bunga gumitir sering berisi ulat yang cukup besar. Sehingga ketika kita mengambil bunga gumitir, tiba-tiba ada ulatnya nongol, membuat orang terkejut, apalagi yang mengambil adalah ibu-ibu yang punya penyakit latah, maka ia akan berteriak dengan kata-kata jorok dan hujatan-hujatan," jelasnya. 

Sehingga menyebabkan bunga akan terkena vibrasi yang tidak baik atau cuntaka.

Itulah sebabnya bunga gumitir jarang digunakan. 

BACA JUGA: Kisah Pohon Bunut Suci di Taman Festival Bali, Memohon Rezeki Hingga Memohon Anak

"Tetapi apabila bunga gumitir itu tidak berulat atau tidak berisi semut, bunga itu boleh dipakai. Di India justru bunga Gumitir yang selalu dipergunakan dalam upacara keagamaan karena mitos tentang bunga Gumitir disana tidak ada," sebutnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Tambun Naibaho

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved