Ini Arti Pakaian Hitam Dalam Sebuah Prosesi Kematian di Bali

Pakaian berwarna hitam nampaknya menjadi warna pilihan, saat ada sebuah upacara pemakaman.

Editor: Karsiani Putri
Ist/Instagram Sinttyya
Pakaian adat hitam yang menjadi ciri khas masyarakat Bali saat berkabung. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pakaian berwarna hitam nampaknya menjadi warna pilihan, saat ada sebuah upacara pemakaman.

Hal ini pula terjadi di tengah-tengah masyarakat Hindu, yang ada di Bali.

Tatkala ada upacara ngaben, pakaian hitam menjadi pilihan untuk digunakan sebagai bentuk suasana berkabung. 

Namun apakah makna pakaian hitam ini sejatinya?

Berikut ulasan penjelasan dari Jero Mangku Ketut Maliarsa, asal Bon Dalem, Buleleng.

Pakaian atau sering disebut busana, adalah merupakan cerminan isi pikiran si pemakai dalam berpenampilan. 

BACA JUGA: Ini Penjelasan Terkait Mitos Bunga Gumitir yang Tidak Boleh Dipakai Sembahyang

Bahkan dapat dikatakan sebagai simbol eksistensi pikiran dan hati dari si pemakainya.

Apakah itu berupa lambang kedamaian, ketenangan si pemilik pakaian.

Dan juga sebagai tanda ketidaknyamanan pikiran dan hati karena sebuah musibah atau berduka.

Semua bisa terlihat dari warna yang dikenakan. 

Untuk itu, biasanya warna cerah identik dengan suatu kebahagiaan dan keceriaan.

Sedang warna hitam sebagai perlambang kesedihan atau duka.

Walau tentu tidak 100 persen demikian adanya. Karena banyak orang yang memang sehari-harinya suka mengenakan warna pakaian yang  gelap.

"Masalah berbusana untuk umat Hindu di Bali, dapat dilihat dari penampilannya dalam situasi dan kondisi yang dialaminya," jelas pemangku Pura Campuhan Windhu Segara ini, kepada Tribun Bali, Selasa 10 Agustus 2021. 

Misalnya, kata dia, umat Hindu di Bali memaknai tentang berbusana atau berpakaian yang penuh dengan simbol- simbol keagamaan dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali.

Sehingga lahir pakem di tengah masyarakat, bahwa berbusana ke pura tatkala sembahyang biasanya menggunakan warna putih atau kuning. 

"Warna putih juga melambangkan kesucian atau keluhuran pikiran dan hati, warna kuning sebagai lambang keluhuran dan kebijaksanaan pikiran dan budi," jelasnya.

Ini bermakna apabila sembahyang ke pura atau tempat suci lainnya harus berpikiran suci, luhur, dan bijaksana.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
789 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved