Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Kunjungi Griya Wakil Dharma Adyaksa PHDI Pusat

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Tri Handoko Seto, mengunjungi Griya Wakil Dharma Adyaksa PHDI Pusat

Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Pertemuan Dirjen Bimas Hindu dengan Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda pada Rabu 11 Agustus 2021 di Griya Mumbul Sari, Gianyar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Tri Handoko Seto, mengunjungi Griya Wakil Dharma Adyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda pada Rabu 11 Agustus 2021 di Griya Mumbul Sari, Gianyar, Bali.

Kunjungan tersebut, dilakukan untuk meminta masukan dan arahan dari Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda berkaitan dengan polemik International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) yang terjadi di kalangan umat Hindu belakangan ini.

BACA JUGA: Dampak Dari PPKM Berjilid-jilid, Ekonom Celios Perkirakan Jumlah Penduduk Miskin Akan Bertambah

“Segala bentuk masukan dan pertimbangan dari Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda, akan kami jadikan salah satu acuan dalam merumuskan solusi terbaik terhadap permasalahan yang sedang terjadi saat ini,” jelas Tri Handoko Seto, dalam rilisnya Rabu 11 Agustus 2021. 

Pertemuan itu juga diikuti beberapa unsur lembaga pemerintah, didalam rombongan seperti Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), utusan Kantor Staf Presiden (KSP), dan Staf Khusus Menteri Agama RI.

Hal ini merupakan bentuk keseriusan Dirjen Bimas Hindu dalam merumuskan solusi yang komprehensif.

Selain itu, soal aspek keagamaan, pihaknya juga mempertimbangkan aspek hukum, HAM, dan juga tatanan sosial kemasyarakatan agar kiranya konflik ini tidak berdampak jauh lebih luas bagi umat Hindu.

Baik bagi umat Hindu di Bali maupun di Nusantara. 

Menanggapi hal tersebut, Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda berpesan agar negara benar-benar hadir secara serius menjadi penuntun dalam penyelesaian konflik horizontal ISKCON di tengah-tengah umat Hindu Indonesia.

“Negara harus hadir untuk melindungi warga negaranya, jangan mendiamkan terlalu lama konflik ini, agar tidak sampai terjadi konflik yang berkepanjangan," tegas beliau. 

Selain itu, Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda juga berpesan khusus kepada Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI agar memberikan perhatian kepada para Pandita umat Hindu di seluruh Indonesia, khususnya menyoal wawasan keagamaan dan spritualitas.

“Harapan kita, Dirjen Bimas Hindu bisa menjadi pelopor membuat semacam sekolah pandita untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan para pandita kita. Karena pada situasi seperti saat ini, tokoh agama mempunyai peran yang sangat krusial sebagai mediator pemahaman keHinduan kepada umatnya," imbuh Tri Handoko. (*)

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Tambun Naibaho

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved