Hari Purwanto Budidayakan Ratusan Jenis Serangga, Mulai Dari Jenis Phasmid Hingga Kumbang

Memanfaatkan halaman belakang rumahnya yang sempit, Hari Purwanto (36) membudidayakan aneka jenis serangga.

Editor: Karsiani Putri
Rizal Fanany
Hari Purwanto mengkoleksi dan mengembangbiakkan serangga phasmid di kediamannya kawasan Gunung Payung, Denpasar, Minggu 22 Agustus 2021.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Memanfaatkan halaman belakang rumahnya yang sempit, Hari Purwanto (36) membudidayakan aneka jenis serangga.

Ada tiga spesies serangga yang dibudidayakan, yakni jenis phasmid, mantis, dan jenis kumbang.

Dari tiga spesies tersebut, sejak tiga tahun lalu dirinya telah membudidayakan ratusan jenis serangga.

Ditemui di rumahnya di kawasan Jalan Gunung Payung, Desa Padangsambian Kelod Denpasar, ia mengaku mulai tertarik dengan serangga karena memang senang mendaki gunung.

Sepanjang melakukan pendakian atau penjelajahan alam dirinya menemukan aneka jenis serangga.

Karena ia tinggal di kawasan perkotaan dirinya pun penasaran apakah jenis serangga ini ada di perkotaan.

Hari pun menemukan ternyata ada beberapa jenis serangga yang ada di perkotaan yang ia temukan saat malam hari.

Dari sanalah dirinya mulai berpikir untuk mengembangbiakkan serangga agar mereka tidak semakin punah karena banyak lahan yang sudah beralih fungsi.

“Ini hobi saya, bukan kegiatan utama saya. Karena banyak jenis serangga yang punah maka harus dilestarikan keberadaannya,” kata pengelola website Genta.id ini.

Dirinya mengatakan dalam melakukan pemeliharaan serangga ini tidaklah sulit.

Karena pakannya, yakni daun jambu, jenis mawar dan untuk mantis memakan serangga.

“Mantis ini predator alam temannya petani, spesies ini memakan serangga yang menjadi hama bagi petani,” kata lelaki alsi Jogja ini.

Ia mengatakan banyak dari jenis yang ia budidayakan sudah jarang ditemukan di alam.

Sehingga kadang ia akan melepas kembali ke alam liar atau menghibahkannya kepada teman yang mau mengembangbiakkan.

Jika serangga yang ia ternakkan ini sudah banyak di alam, maka ia akan beralih pada serangga jenis lain.

Hari Purwanto mengkoleksi dan mengembangbiakkan serangga phasmid di kediamannya kawasan Gunung Payung, Denpasar, Minggu 22 Agustus 2021.  (Rizal Fanany)
Bahkan, beberapa serangga yang sudah mati ia awetkan agar jika nanti ada yang membutuhkan dirinya bisa membantu.

BACA JUGA: Ini Penjelasan Terkait Mitos Bunga Gumitir yang Tidak Boleh Dipakai Sembahyang

Beberapa mahasiswa pertanian juga sering melakukan penelitian ke rumahnya.

“Saat kegiatan Agrifest yang digelar mahasiswa pertanian biasanya saya ikut memperkenalkan serangga-serangga ini pada pengunjung,” katanya.

Dirinya mengaku, sudah keliling Bali untuk mengumpulkan jenis serangga ini untuk dibudidayakan.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
799 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved