Wuku Terakhir Dalam Pawukon, Wuku Watugunung Serta Kisah Dibaliknya

Tanpa terasa, sejak hari Senin 22 Agustus 2021 hingga nanti 28 Agustus 2021 adalah wuku Watugunung.

Editor: Karsiani Putri
Dok. I.B. Soeryawand
Dewi Saraswati 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tanpa terasa, sejak hari Senin 22 Agustus 2021 hingga nanti 28 Agustus 2021 adalah wuku Watugunung.

Wuku ini merupakan wuku terakhir dalam pawukon yang dikenal masyarakat Hindu di Bali. 

Dalam kitab Sundarigama dijelaskan, bahwa sesuai kodratinya sebagai teks ajaran suci yang berpangkal pada penghormatan hari-hari tertentu yang dipandang sebagai hari suci.

Teks Sundarigama mengungkapkan, hari suci bagi umat Hindu di Bali ditentukan berdasarkan perhitungan bulan, wuku, pancawara, dan saptawara. 

BACA JUGA: Ini Penjelasan Terkait Mitos Bunga Gumitir yang Tidak Boleh Dipakai Sembahyang

Dijelaskan bahwa wuku adalah pekan dan terdiri dari 30 satuan.

Diantaranya, Sinta, Landep, Ukir, Kulantir, Tolu, Gumbreg, Wariga, Warigadean, Julungwangi, Sungsang, Dungulan, Kuningan, Langkir, Medangsia, Pujut, Pahang, Krulut, Mrakih, Tambir, Madangkungan, Matal, Uye, Manahil, Prangbakat, Bala, Ugu, Wayang, Klawu, Dukut, Watugunung. 

Tentunya setiap wuku ini memiliki kisah dan sisi uniknya tersendiri.

Salah satunya adalah wuku Watugunung.

Watugunung adalah akhir dari wuku yang dikenal masyarakat Hindu di Bali.

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Tambun Naibaho

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved