Meskipun Musim Panen Lobster, Nelayan Diharapkan Tak Memaksa Diri Melaut Mengingat Gelombang Tinggi

Gelombang tinggi di laut diperkirakan akan terjadi dalam satu pekan ke depan.

Editor: Karsiani Putri
I Made Prasetia Aryawan
Kondisi di Pantai Yeh Gangga Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Bali beberapa waktu lalu 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN-  Gelombang tinggi di laut diperkirakan akan terjadi dalam satu pekan ke depan.

Hal ini mengakibatkan para nelayan harus istirahat sejenak untuk meminimalisir risiko yang terjadi ketika melaut.

Padahal saat ini, para nelayan di Tabanan sedang panen lobster pasir karena memang saat ini adalah musimnya.

Baca juga: Mesangih Dengan Orang Ganjil, Ini Penjelasan Mengenai Pantangan Potong Gigi di Bali

Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, kondisi di perairan sedang mengalami cuaca buruk, yakni gelombang tinggi.

Dalam artian para nelayan terpaksa tidak melaut sementara untuk meminimalisir risikonya.

Baca juga: Bangkitkan Pasraman Hindu, Ditjen Bimas Hindu Anggarkan Rp15,2 Miliar

Sesuai data yang dia peroleh, kondisi gelombang tinggi bisa terjadi hingga satu pekan ini.

Meskipun dalam kondisi tangkapan lobster yang lumayan banyak saat ini, kata dia, para nelayan diharapkan tidak memaksakan diri dulu untuk melaut.

Bahkan sebelumnya, mereka sempat tak melaut 4 hari karena tinggi gelombang mencapai 4 meter. 

“Karena berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG Tabanan dari kemarin hingga satu pekan ini gelombang masih tinggi mencapai 2 sampai 3 meter," imbaunya pria yang juga Anggota DPRD Tabanan ini saat dikonfirmasi, Senin 6 September 2021.

"Sekarang memang sedang musim panen lobster para nelayan kita. Itu sudah dari bulan kemarin (Juli). Perkiraannya satu pekan ini kondisi gelombang cukup tinggi," imbuhnya. 

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved