Segera Digelar, BHA Sustainable Food Festival Akan Diikuti 30 Hotel di Bali

(BHA) akan menggelar BHA Sustainable Food Festival yang pertama, yakni sebuah festival makanan dengan mengedepankan konsep berkelanjutan

Editor: Karsiani Putri
Dok. Bali Hotels Association (BHA)
ILUSTRASI- Bali Hotels Association (BHA) akan menggelar BHA Sustainable Food Festival yang pertama, yakni sebuah festival makanan dengan mengedepankan konsep berkelanjutan dan ramah lingkungan 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR – Bali Hotels Association (BHA) akan menggelar BHA Sustainable Food Festival yang pertama, yakni sebuah festival makanan dengan mengedepankan konsep berkelanjutan dan ramah lingkungan yang akan berlangsung dari 27 September hingga 16 Oktober di 30 hotel anggota yang berpartisipasi.

Melalui festival ini, anggota BHA yang berpartisipasi memiliki kesempatan untuk memamerkan upaya inovatif yang telah mereka lakukan dalam mengadopsi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan usahanya selama ini. 

Selain program pengurangan sampah plastik sekali pakai yang sudah berjalan dengan baik, hotel anggota yang berpartisipasi kini ditantang untuk menyiapkan satu menu makan siang yang terdiri dari dua hidangan dengan harga maksimum Rp200 ribu net per orang.

Dan satu menu makan malam dengan tiga hidangan dengan harga maksimum Rp350ribu net per orang.

Untuk dapat ditampilkan, menu-menu tersebut harus memenuhi kriteria keberlanjutan utama sebagai berikut:

  •  Bahan makanan menggunakan 100 persen produk dari Indonesia;
     
  • Menggunakan minimal 75 persen produk yang ditanam secara organik;
  •  Menghormati prinsip-prinsip perdagangan yang adil, misalnya perusahaan yang dipimpin oleh wanita;
  •  Seluruh produk makanan laut memiliki sertifikat keberlanjutan dan produk unggas bersertifikat free range (jelajah bebas, tidak dikandangkan);

“Sangat menggembirakan melihat hotel anggota kami turut berpartisipasi dalam festival ini sehingga mereka dapat berbagi tentang praktik terbaik dalam menerapkan prinsip berkelanjutan yang telah mereka jalankan selama ini,” ujar Ketua BHA, Jean Heliere dalam keterangan tertulisnya, Rabu 22 September 2021.

Sektor pariwisata akan pulih dan mulai kembali dengan cara baru yang lebih berkelanjutan. 

Pihaknya berharap inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan menunjukkan beragam tindakan yang telah diambil untuk beradaptasi dan berkembang selama masa-masa yang paling menantang ini.

“Festival makanan yang akan datang ini, membawa pesan tentang perjalanan yang bertanggung jawab, mendorong anggota dan tamu hotel kami untuk berkontribusi dalam mengurangi limbah makanan melalui praktik keberlanjutan,” tambah Jean Helière.

Kevin Girard selaku Environment Director BHA menyampaikan dirinya sangat senang melihat semangat dan partisipasi dari anggota kami untuk menampilkan yang terbaik dari Bali. 

“Banyak pemasok telah membawa komitmen mereka terhadap kualitas dan keberlangsungan ke tingkat berikutnya dan mampu bersaing di standar internasional. Kami mengundang tamu-tamu untuk datang, menikmati dan menemukan citarasa baru dari Bali selama periode festival,” imbuh Kevin.

Festival ini juga bertujuan untuk mengurangi keluaran sampah hingga mendekati nol, dengan mendorong hotel melakukan kegiatan pengurangan sampah seperti pengomposan dan pemisahan sampah untuk memfasilitasi upaya daur ulang. 

Inisiatif ini dimaksudkan untuk menetapkan tolak ukur untuk masa depan yang dapat diterapkan di seluruh area operasional di luar periode festival.

Hotel anggota yang berpartisipasi didorong untuk menyelenggarakan acara khusus dan lokakarya seputar tema berkelanjutan. 

Perencanaan makanan berkelanjutan mencerminkan keputusan terkait dengan pemilihan makanan dan minuman yang disajikan: harus diproduksi, diproses, didistribusi dan dibuang secara etis dengan cara-cara yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan mata pencaharian yang berkelanjutan. 

Jika sertifikasi yang relevan mungkin tidak tersedia, BHA menyarankan anggotanya untuk mengadopsi praktik perdagangan adil bersama; sebuah sistem perdagangan yang telah diverifikasi pihak ketiga yang memberikan harga lebih baik, kondisi kerja yang lebih baik, keberlanjutan lokal dan ketentuan renumerasi yang adil bagi petani dan pekerja lokal. 

Dari sisi lingkungan, fokus diletakan pada perlindungan keanekaragaman hayati baik tumbuhan dan hewan serta kesejahteraan spesies yang dibudidayakan dan yang liar, produk yang ditanam secara organik yang melestarikan sumber daya alam dan menyediakan manfaat sosial seperti peluang pendidikan dan pengembangan untuk generasi berikutnya.

Sustainable Food Festival akan dimulai pada 27 September 2021, bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia dan sesuai dengan tema tahun ini, yaitu “Pariwisata untuk Pertumbuhan Inklusif (Tourism for Inclusive Growth)”. 

Hari Pariwisata Sedunia adalah hari peringatan global yang menumbuhkan kesadaran akan nilai sosial, budaya, politik, dan ekonomi pariwisata serta kontribusi yang dapat diberikan sektor ini untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. 

Tema tahun ini disematkan dalam Sustainable Food Festival yang merayakan kemampuan untuk mendorong pembangunan inklusif dan menghasilkan peluang baru melalui rantai pasokan lokal. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved