TPA Butus di Karangasem Tampung 40 Hingga 50 Ton Sampah Perharinya

Tumpukan sampah di lokasi tempat akhir pembuangan sampah (TPA) sekitar Butus, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem meningkat.

Editor: Karsiani Putri
Saiful Rohim
Kondisi TPA Butus di Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem. TPA ini pun nampak sudah hampir overload. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA- Tumpukan sampah di lokasi tempat akhir pembuangan sampah (TPA) sekitar Butus, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem meningkat.

Volume sampah diperkirakan hampir mencapai  90 persen  mendekati overload.

Mengingat kiriman sampah cukup tinggi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem, Nyoman Tari, mengatakan, volume sampah di Kab. Karangasem terus alami peningkatan.

Setiap harinya kiriman sampah dari kota dan sekitarnya hampir mencapai 40 sampai 50 ton.

Sehingga kondisi TPA sekitar Butus cukup memprihatinkan.

"Sampah kiriman dari ke TPA sekitar 40 - 50 ton perharinya. Sekarang masih mencarikan solusi bersama pimpinan untuk menanganinya," kata I Nyoman Tari, Senin 27 September 2021. 

Akibatnya, tempat pembuangan sampah hampir overload.

Tumpukan sampah, baik plastik dan dedaunan sudah menggunung.

Sampah yang diangkut dari Kota Amlapura ke TPA perhari bisa mencapai 120 meter kubik, sekitar 40 - 50 ton perharinya.

Sampah itu diangkut sekitar 14 unit armada truk milik Pemda.

Sedangkan untuk TPA Linggasana, Kecamatan Bebandem kondisinya sudah overload semenjak tahun lalu.

Ditambahkan, berbagai cara sudah dilakukan untuk tangani permasalahan sampah di Butus.

Mulai dari memakai penyemprotan teknologi Eco Enzyme, dan lainnya.

Tetapi upaya tersebut belum maksimal.

Alat yang rencananya digunakan untuk pengolahan sampah belum terbukti mengurangi.

Terakhir, yakni sampah yang ada di TPA Butus dan Lingasana akan diolah menggunakan alat  teknologi Jerman.

Pengolahan sampah melalui waste to energy.

Sampah diolah jadi bahan bakar Refused Derived Fuel (RDF)/ Solid Recovered Fuel (SRF), dimanfaatkan sebagai bahan bakar PLTU.

Rencana untuk membangun tempat pengolahan sampah memakai teknologi dari Jerman dapat penolakan dari masyarakat.

Saat ini Pemerintah sedang mencarikan solusi untuk mengatasi masalah sampah.

Baca juga: Mengurangi Penggunaan Kertas, RSUD Klungkung Mulai Terapkan Sistem RME dan Sim-onTa

Baca juga: Ini Cara Mudah Dalam Menguji Kemurnian Minyak Goreng

"Kita masih carikn jalan keluarnya," kata Nyoman Tari, mantan Kadis Pemadam Kebakaran ini.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved