Sebanyak 17 Akses Masuk Pantai Kuta Ditutup Semi Permanen 

Mempermudah pengawasan masuknya pengunjung ke Pantai Kuta dimasa PPKM Level 3, sebanyak 17 akses pintu masuk ditutup semi permanen menggunakan batu ba

Editor: Karsiani Putri
Zaenal Nur Arifin
Seorang pekerja tengah mengerjakan pemasangan batu bata di akses pintu masuk Pantai Kuta depan Hardrock Cafe 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Mempermudah pengawasan masuknya pengunjung ke Pantai Kuta dimasa PPKM Level 3, sebanyak 17 akses pintu masuk ditutup semi permanen menggunakan batu bata.

Proses pemasangan batu bata mulai dilakukan hari ini oleh sejumlah tukang bangunan.

Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista mengatakan penutupan akses masuk ke Pantai Kuta mulai dikerjakan pagi ini. 

Dari 28 akses masuk, ada 17 akses masuk yang ditutup secara permanen dengan batu bata sementara 3 akses masuk lainnya hanya ditutup menggunakan papan.

"Sehingga total yang kita tutup itu ada 20 akses. 17 permanen dengan batu bata, dan 3 dengan sistem buka tutup. Sementara, 8 akses tetap dibuka dan dengan barcode aplikasi PeduliLindungi," ujar Wayan Wasista, Senin 4 Oktober 2021.

Ia menambahkan untuk 3 akses masuk pantai yang ditutup menggunakan papan itu,  digunakan untuk akses para pekerja khususnya petugas kebersihan yang mengangkut sampah.

Penutupan akses masuk pantai Kuta ini menurut Wasista menggunakan anggaran khas Desa Adat Kuta sebesar Rp12 juta, dan diharapkan pengerjaannya dapat selesai dalam dua hari ini.

"Karena pengerjaan penutupan menggunakan batu bata, ya kemungkinan dua hari selesai. Tentu harapan kita, penutupan akses itu bisa meminimalisir pengunjung yang masuk ke area pantai yang lolos dari barcode PeduliLindungi itu," ungkap Wasista.

Para pengunjung pantai juga diharapkan taat masuk ke kawasan pantai Kuta menggunakan pintu yang memiliki barcode aplikasi PeduliLindungi lalu scan dan tidak nekat memanjat pagar.

Dari 8 akses pintu masuk pantai yang terpasang barcode aplikasi PeduliLindungi, setiap pintu batas maksimal pengunjung 1.000 orang.

Baca juga: Black Ivory Coffee, Kopi dengan Harga Tinggi yang Berasal dari Kotoran Gajah

"Kalau masuk dengan barcode PeduliLindungi ini, tentu kita mudah mengetahui kuota yang masuk. Karena setiap barcode PeduliLindungi itu, kapasitasnya hanya 1.000. Dengan kata lain, kalau ada 8 akses masuk dengan barcode, berarti hanya ada 8.000 pengunjung yang masuk," jelas Wasista.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved