Kemenparekraf Usulkan Sejumlah Negara yang Akan Diperbolehkan Masuk ke Bali

Terkait penentuan dan persetujuan negara yang akan diperbolehkan masuk ke Bali sebagai wisatawan mancanegara mulai 14 Oktober 2021

Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/zaenal Nur Arifin
Suasana kedatangan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin (26/10/2020) lalu 

TRIBUN BALI.COM, YOGYAKARTA - Terkait penentuan dan persetujuan negara yang akan diperbolehkan masuk ke Bali sebagai wisatawan mancanegara mulai 14 Oktober 2021 mendatang, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus melakukan koordinasi dengan Kementerian terkait untuk memfinalkannya.

"Kami masih terus berkoordinasi dengan Kemenkes, Satgas Covid-19, Kemenkomarves, dan Kemenlu. Menkomarves menyampaikan 6 negara RRT, Korsel, Jepang, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Selandia Baru," kata Menparekraf, Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Senin 11 Oktober 2021 di Pawon Purba Desa Wisata Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta.

Ia menambahkan Kemenparekraf sendiri juga telah menyampaikan usulan sejumlah negara lain yang bisa disasar untuk pembukaan wisatawan mancanegara.

Selain keenam negara tersebut, ada sejumlah negara lain yang akan disasar, seperti Singapura, Hungaria, Perancis, Spanyol, Polandia, Belanda, Inggris, Italia, Austria, Jerman, Belgia, Australia, Norwegia, Denmark, Swedia dan Rusia.

Tentunya Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19, Kemenkomarves, dan Kemenlu untuk penentuan dan persetujuan negara yang boleh masuk ke Indonesia.

"Skema charter direct flight ini nantinya disiapkan dalam konsep travel corridor arrangement. Karena sifatnya direct, jadi akan memudahkan wisatawan asing untuk masuk ke Indonesia secara langsung, sehingga tidak perlu untuk transit ke negara lain," jelas Menparekraf Sandiaga Uno.

"Tentunya ini harus kita lakukan dengan kehati-hatian tinggi karena meskipun kita dalam situasi COVID-19 yang terkendali. Kita tidak boleh lengah, harus tetap hati-hati dan waspada, karena yang paling penting adalah dari sisi keselamatan masyarakat Indonesia harus kita perhatikan," tambahnya. 

Adapun pengetatatan persyaratan perjalanan internasional yang dilakukan sebelum dan saat kedatangan yang harus dipenuhi wisatawan mancanegara diantaranya :

Pre Departure Requirement

1. Mendapatkan Visa Kunjungan Singkat atau izin masuk lainnya sesuai ketentuan yang berlaku;

2. Berada di negara dengan kategori low-risk setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan;

3. Hasil negatif Covid-19 melalui tes RT-PCR yang sampelnya diambil max 3x24 jam sebelum jam keberangkatan;

4. Bukti vaksinasi lengkap, dengan dosis ke-2 dilakukan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan dan ditulis dalam bahasa Inggris, selain bahasa negara asal;

5. Asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan min. USD 100.000 dan mencakup pembiayaan penanganan Covid-19;

6. Mengunduh dan menginstall aplikasi PeduliLindungi;

On arrival Requirement:

1. Mengisi E-Hac via aplikasi PeduliLindungi;

2. Melaksanakan tes RT-PCR di on arrival dengan menunjukkan bukti konfirmasi pembayaran pelaku perjalanan dapat menunggu hasil tes RT-PCR di akomodasi yang sudah direservasi;

3. Jika hasil negatif maka pelaku perjalanan dapat melakukan karantina sesuai ketentuan;

4. Jika hasil positif dan tanpa gejala maka pelaku perjalanan melakukan isolasi di akomodasi masing-masing;

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved