Seminggu Kedepan Belum Ada Maskapai Internasional yang Ajukan Slot Penerbangan di Bandara Ngurah Rai

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali per hari ini 14 Oktober 2021 resmi dibuka kembali untuk melayani penerbangan internasional.

Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/zaenal Nur Arifin
Suasana kedatangan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin (26/10/2020). 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali per hari ini 14 Oktober 2021 resmi dibuka kembali untuk melayani penerbangan internasional.

Namun, di hari pertama pembukaan ini belum ada pesawat dengan rute internasional yang datang tiba di Bali maupun berangkat dari Bali.

Pihak pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 pun telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 tentang protokol kesehatan perjalanan Internasional pada masa pandemi corona virus.

"Update terakhir telah keluarnya Surat Edaran dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional yang menyatakan bahwa Bali itu sudah menjadi pintu masuk WNA ke Indonesia," ujar Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, Kamis 14 Oktober 2021.

Namun, hingga saat ini belum ada penerbangan dan belum ada regulasi yang mengatur penerbangan internasional, dan sampai dengan saat ini juga belum ada maskapai yang mengajukan slot time.

Kemungkinan belum adanya maskapai penerbangan yang mengajukan slot time karena masih menunggu regulasi terkait penerbangan internasional tersebut.

"Regulasi secara dari Satgas kami Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali itu sudah menjadi pintu masuk orang asing, dari Keputusan Menkumham pun sudah disebutkan ditetapkan sebagai pintu masuk penumpang penerbangan internasional. Tetapi, penerbangannya hingga hari ini belum ada," tambahnya.

Proses pengajuan slot time penerbangan internasional tergantung dari maskapai dan prosesnya cukup panjang karena disini (Indonesia) ada organisasi IASM atau Indonesia Airport Slot Management.

Jadi, maskapai itu mengajukan slot time selain ke Angkasa Pura I baik kantor pusat maupun cabang (Bandara Ngurah Rai), mereka juga mengajukan slot ke Kementerian Perhubungan dan juga ke IASM serta AirNav Indonesia.

"Kembali lagi prosesnya kita tergantung maskapai itu sendiri dan strategi mereka masing-masing. Kemungkinan 7 sampai 14 hari prosesnya baru mendapatkan slot time tetapi kami teknisnya seperti apa belum tahu detailnya. Tapi yang pasti pengajuannya selain kami di Bandara dan Kantor Pusat tentunya kepada Kementerian Perhubungan serta IASM tersebut," jelas Taufan.

Dicontohkannya jika ada maskapai penerbangan internasional hari ini mengajukan slot time paling tidak mereka baru dapat approval, dan melakukan penerbangan pekan depan atau 7 hari setelah pengajuan.

Disinggung bagaimana apakah sudah ada penerbangan internasional terjadwal sepekan kedepan?

Taufan menyampaikan belum ada.

"Belum ada jadwal penerbangan internasional sampai dengan saat ini informasi yang kami dapatkan belum ada jadwal penerbangan internasional seminggu kedepan. Tetapi ini sangat dinamis kondisinya, bisa dalam seminggu kedepan ada slot penerbangan kita tergantung kondisi di lapangan," demikian kata Taufan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa Bali siap membuka perjalanan internasional bagi 19 negara. 

Hal tersebut dijelaskan oleh Menko Luhut dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta pada Rabu 13 Oktober 2021 kemarin.

“Sesuai arahan Presiden RI, kami memberikan izin kepada 19 negara untuk bisa melakukan perjalanan menuju Bali dan Kepulauan Riau,” ujar Menko Luhut.

Daftar 19 negara yang diizinkan tersebut ialah Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Pemberian izin kepada 19 negara itu bukan tanpa alasan. 

Negera-negara tersebut dipilih sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) karena angka kasus terkonfirmasi Covid-19nya berada pada level 1 dan 2, dengan angka positivity rate yang rendah.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved