Tergiur Upah Rp30 Juta, Mukhtar dan Fajlin Nekat Selundupkan Sabu dari Aceh ke Lombok

Tergiur upah sebesar Rp30 juta, terdakwa Mukhtar (23) dan Fajlin (23) nekat nyambi sebagai kurir narkotik.

Editor: Karsiani Putri
Putu Candra
Mukhtar dan Fajlin telah menjalani sidang putusan secara daring di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tergiur upah sebesar Rp30 juta, terdakwa Mukhtar (23) dan Fajlin (23) nekat nyambi sebagai kurir narkotik.

Kedua pria yang bekerja sebagai buruh sawit ini membawa sabu hampir setengah kilogram dari Aceh menuju Lombok.

Namun, saat transit di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, keduanya diringkus oleh petugas BNNP Bali. 

Kini dua sekawan asal Aceh ini pun harus menanggung resiko setelah dijatuhi ganjaran bui selama 14 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. 

Amar putusan itu telah dibacakan majelis hakim dalam sidang digelar secara daring, Rabu 27 Oktober 2021.

Lebih lanjut, kedua terdakwa yang menjalani sidang dengan berkas terpisah dinyatakan telah terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram. 

Sebagaimana dalam dakwaan kesatu JPU, para terdakwa dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun, dikurangi selama dalam tahanan sementara dan denda Rp 1,5 miliar subsider tiga bulan penjara," tegas majelis hakim. 

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya JPU melayangkan tuntutan pidana penjara selama 16 tahun kepada kedua terdakwa.

Sementara itu terhadap vonis itu, baik para terdakwa maupun JPU sama-sama menerima. 

"Para terdakwa menerima putusan ini, yang mulia majelis hakim," ucap Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar yang mendampingi kedua terdakwa. 

Seperti diketahui, kedua terdakwa ditangkap di Terminal Kedatangan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung, Sabtu, 22 Mei 2021 sekira pukul 13.30 Wita oleh petugas BNNP Bali.

Mereka ditangkap saat transit dari Medan tujuan Bali dengan barang bukti narkotik jenis sabu 497,7 netto. 

Terlibatnya para terdakwa dalam jaringan peredaran narkotik lintas propinsi ini, berawal saat Mukhtar menawarkan Fajlin pekerjaan mengantarkan sabu milik Bang Adi (DPO) dari Aceh menuju Lombok dengan imbalan sebesar Rp30 juta.

Upah itu nanti akan diberikan setelah barang terlarang itu sampai di Lombok. 

Keduanya pun berangkat ke Lhokseumawe bertemu Abang Adi.

Dari pertemuan itu masing-masing terdakwa diberikan sepasang sendal yang di dalamnya sudah dimasukkan sabu.

Juga keduanya diberikan uang masing-masing sebesar Rp 1,5 juta.

Setelah menerima paket sabu dan uang jalan, kedua terdakwa berangkat ke Medan menumpang bus.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved