Dapat Gunakan Hasil Antigen, Peningkatan Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Belum Terlihat

Hari pertama pemberlakuan aturan syarat penerbangan dari dan ke antar Jawa-Bali dapat menggunakan hasil Swab Antigen

Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/zaenal Nur Arifin
Suasana kedatangan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin (26/10/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hari pertama pemberlakuan aturan syarat penerbangan dari dan ke antar Jawa-Bali dapat menggunakan hasil Swab Antigen, Rabu, 3 November 2021 belum terlihat berdampak bagi trafik pergerakan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Rilisnya baru kemarin dan diberlakukan mulai hari ini belum terlihat dampak yang signifikan apakah meningkat atau menurun. Mungkin akan bisa terlihat pada akhir pekan (Jumat-Minggu, red) ya," ujar Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira.

Dalam pelaksanaan penerapan perubahan aturan tersebut pun tidak ada kendala di lapangan karena sebelumnya sudah tertata sesuai SOP yang ada, perubahan persyaratan hanya pada dokumen kesehatan test Covid-19 dari sebelumnya RT-PCR kini dapat menggunakan Swab Antigen.

"Pelaksanaan di lapangan tidak ada kendala dan berjalan lancar karena sebelumnya dalam pelaksanaan PCR ataupun Antigen, teman-teman di lapangan sudah berjalan seperti biasanya sesuai prosedur," tambahnya.

Untuk schedule flight pax hari ini sendiri diperkirakan akan ada sebanyak 7.300 kedatangan penumpang dan pesawat sebanyak 62 penerbangan.

Sementara untuk keberangkatan schedule-nya diperkirakan akan melayani sebanyak 5.300 penumpang, dan 60 keberangkatan pesawat.

"Biasanya realisasi lebih tinggi angkanya dari schedule flight tetapi tidak jauh. Seperti realisasi hari kemarin jika dibandingkan dengan schedule angkanya lebih tinggi," imbuh Taufan.

Salah seorang penumpang dari Bali tujuan Surabaya, Renald mengaku sebelumnya akan melakukan test RT-PCR pada hari Senin untuk penerbangan Rabu ini tetapi diurungkan karena melihat di pemberitaan adanya perubahan ketentuan.

Sehingga dirinya menunggu regulasi baru terbit dan baru melakukan Swab Antigen pada pagi untuk penerbangan ke Surabaya sore tadi.

"Tadinya mau PCR hari Senin sore tapi ternyata ada informasi berubah Antigen, jadi kemarin tidak jadi dan baru Antigen pagi tadi untuk penerbangan sore," kata Renald disela saat ia akan masuk kedalam terminal keberangkatan.

Disinggung mengenai aturan pemerintah yang berubah-ubah, dirinya mengaku selalu mendukung apa yang ditetapkan pemerintah.

"Saya selalu mendukung apa yang ditetapkan oleh pemerintah, tetapi menurut saya keputusan berubah aturan dapat menggunakan Antigen sudah pas," imbuhnya.

Alur keberangkatan domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat ini, sebelum masuk kedalam terminal calon penumpang wajib melakukan self checking di PC yang telah disediakan.

Telah disediakan sebanyak 10 PC yang telah terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi secara online dan disana calon penumpang wajib mengisinya.

Disana mereka akan diminta untuk mengisi nama lengkap, NIK, Bandara yang dituju dan jika itu semua telah diisi dan dinyatakan laik terbang atau berkode hijau akan mendapatkan print QR Code.

QR Code tersebut ditunjukkan kepada petugas Aviation Security, jika kode warna nya merah maka calon penumpang tersebut mengulang kembali seperti awal tadi dan jika masih merah dia harus melakukan validasi secara manual di konter Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar.

Kemudian baru calon penumpang pesawat tersebut dapat masuk kedalam terminal keberangkatan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali lalu melewati SCP 1 dan melakukan cek in di konter cek in maskapai.

Lalu melanjutkan proses selanjutnya yakni menuju SCP 2 sebelum akhirnya masuk kedalam area tunggu keberangkatan untuk menunggu proses boarding pesawat.

Baca juga: Petani Garam Tradisional Diresahkan dengan Beredarnya Garam Oplosan

"Kami menghimbau kepada para pengguna moda transportasi udara untuk menyiapkan dokumen yang diperlukan sebelum tiba di Bandara keberangkatan agar mempermudah dan memperlancar proses prosedur yang telah ditetapkan," jelas Taufan.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved