Ini Penjelasan BBMKG Terkait Angin Puting Beliung di Pantai Ponjok Batu

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan fenomena angin puting beliung yang viral di media sosial

Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Fenomena angin puting beliung yang terjadi di tengah perairan laut Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Kamis, 11 November 2021 lalu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan fenomena angin puting beliung yang viral di media sosial terjadi di Pantai Ponjok Batu, Perairan laut Desa Pacung, Tejakula, Buleleng ialah fenomena waterspout.

"Video tersebut merupakan fenomena waterspout," terang Koordinagor Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto kepada Tribun Bali, Jumat, 12 November 2021 malam.

Dwi menjelaskan waterspout adalah fenomena seperti puting beliung, tetapi terjadi di atas perairan dapat terjadi di danau maupun laut.

Mekanisme pembentukan waterspout, kata dia, sama halnya seperti puting beliung. 

"Fenomena ini muncul dari sistem awan cumulonimbus dan membentuk pusaran angin seperti belalai," terangnya.

"Awan cumulonimbus juga mengindikasikan fenomena cuaca buruk seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir," jabarnya.

Sebelumnya diberitakan, warga di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng dihebohkan dengan fenomena angin puting beliung di perairan laut desa setempat.

Beruntung fenomena ini tidak memakan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan. 

Ditemui Jumat, 12 November 2021 Nyoman Parsa (50) mengatakan, fenomena itu terjadi pada Kamis, 11 November 2021 kemarin, sekira pukul 15.00 wita.

Kala itu ia baru saja selesai melakukan persembahyangan di areal Pura Ponjok Batu, Desa Pacung.

Tiba-tiba ia pun dikejutkan dengan adanya angin puting beliung di tengah laut dengan jarak sekitar 8 mil dari bibir pantai. 

Angin puting beliung itu kata Parsa mengangkat air laut, hingga setinggi dua meter.

Fenomena itu  berlangsung selama 15 menit.

Parsa pun menyebut baru pertama kali melihat adanya fenomena angin puting beliung di tengah laut.

Baca juga: Mulai Januari 2022, Tarif Dasar Air Minum di Buleleng Naik Sebesar Rp 210 Per Meter Kubik

Saat kejadian, ia pun mengaku tidak takut lantaran fenomena ini terjadi cukup jauh dari daratan.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved