PHRI Denpasar Tanggapi Kebijakan Diperpanjangnya Waktu Karantina Wisman

Pemerintah kembali memperpanjang masa karantina untuk Wisatawan Mancanegara (wisman). 

Editor: Karsiani Putri
istimewa
Foto ilustrasi wisatawan akan pergi travelling 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pemerintah kembali memperpanjang masa karantina untuk Wisatawan Mancanegara (wisman). 

Hal ini terkait dengan adanya varian baru Covid-19, yakni varian omicron yang berasal dari Afrika.

Dimana, karantina yang awalnya selama tiga hari, kini diperpanjang menjadi tujuh hari.

Aturan ini berlaku bagi WNA maupun WNI dari luar negeri.

Karantina tujuh hari ini diberlakukan untuk WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A.

Sementara untuk negara-negara yang masuk poin A, karantina dilakukan selama 14 hari.

Daftar negara poin A yang dimaksud, yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong.

Kebijakan ini, pun mendapat tanggapan dari PHRI Denpasar.

Ketua PHRI Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra yang dikonfirmasi Senin, 29 November 2021 mengatakan, dengan kebijakan ini otomatis tak akan ada Wisman yang berkunjung ke Denpasar.

"Yang tiga hari karantina saja belum ada kunjungan, apalagi yang tujuh hari," kata Gusde Sidharta.

Apalagi kondisi ini ditambah dengan adanya penerapan PPKM level 3 di akhir tahun.

"Apalagi ada PPKM di akhir tahun," katanya.  

Baca juga: Puluhan Penyandang Disabilitas di Bangli Dapat Bantuan Usaha Dari Kemensos RI

Baca juga: Longsor Terjadi di Badingkayu dan Tutup Akses Jalan 

Dengan adanya kebijakan ini, ia berharap pelaku dan pengusaha pariwisata mampu bertahan.

"Semoga teman-teman pengusaha pariwisata mampu bertahan," katanya.

Sejak Kamis, 14 Oktober 2021 secara resmi dilakukan open border atau pembukaan pintu masuk Bali bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Namun, menurut Gusde Sidharta hingga hari ini belum ada Wisman yang datang ke Denpasar.

Ia mengatakan dari 19 negara yang dibuka untuk Indonesia, kebanyakan Wisman yang datang landing di Jakarta.

Selain itu setelah landing di Jakarta, mereka juga harus menjalani karantina.

Hal itulah yang menyebabkan belum ada kunjungan ke Denpasar.

"Saat ini, dari 19 negara yang dibuka untuk Indonesia, kebanyakan flight landing di jakarta dan masih karantina sehingga menyebakan belum ada kunjungan dari wisman," kata Sidharta.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
877 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved