Gubernur Koster Minta Warga Bersabar, Omicron Muncul di Afrika Berdampak ke Wisata Bali

Munculnya varian baru virus Covid-19 yakni Omicron membuat pemerintah pusat melakukan pengetatan berbagai pintu masuk Indonesia, termasuk Bali.

Editor: Karsiani Putri
istimewa
Foto ilustrasi wisatawan akan pergi travelling 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Munculnya varian baru virus Covid-19 yakni Omicron membuat pemerintah pusat melakukan pengetatan berbagai pintu masuk Indonesia, termasuk Bali.

Pengetatan tersebut dilakukan untuk para pelaku perjalanan perjalanan luar negeri ke Indonesia, khususnya dari negara-negara penyebaran varian baru tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai langkah mencegah penularan varian Omicron.

Terkait hal tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster mengaku akan tetap mendorong masyarakat Bali untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) secara tertib dan disiplin seperti saat ini.

Pasalnya, ini menjadi salah satu langkah pencegahan penyebaran varian baru tersebut.

"Tentu kami mendorong masyarakat prokes secara tertib dan disiplin seperti yang sekarang ini," katanya seusai Sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (29/11).

Saat disinggung mengenai berbagai pengetatan yang akan dilakukan di Bali, Koster mengaku pihaknya menyerahkan kepada pemerintah pusat.

Menurut Ketua DPD PDIP Bali ini, saat ini pemerintah pusat sedang merumuskan terkait rencana tersebut.

"Itu menjadi kebijakan pemerintah pusat yang sedang dirumuskan. Sudah diatur oleh pemerintah pusat," akunya.

Sedangkan, saat sidang paripurna DPRD Bali, Koster mengaku bahwa perkembangan pandemi Covid-19 di dunia internasional membuat semua pihak harus bersabar, khususnya insan pariwisata di Bali.

Hal ini karena munculnya varian baru Covid-19 Omicron tersebut kembali membuat wisatawan mancanegara (wisman) tidak bisa berlibur ke Bali akibat pengetatan yang dibuat pemerintah pusat.

"Saya perlu menyampaikan mengenai upaya pemulihan ekonomi pariwisata sekaligus menjaga sektor kesehatan dalam masa pandemi ini. Nampaknya kita masih harus bersabar. Tadinya kita sudah membuka wisata mancanegara pada 14 Oktober yang lalu, tapi dinamika Covid-19 di luar negeri malah berkembang pada gelombang 3, gelombang 4 bahkan," katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat Bali bersabar.

Apalagi, saat ini dari hasil komunikasi dirinya dengan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi disebutkan bahwa pemerintah pusat bakal memperketat pintu masuk RI, khususnya dari pelaku perjalanan yang berasal dari negara-negara yang memunculkan varian baru Omicron.

"Sekarang muncul varian baru varian Omicron dari Afrika Selatan. Rupanya sudah masuk ke Australia, kemarin saya dapat WA dari Australia. Sudah masuk ke situ kemarin malam saya komunikasi dengan ibu Menlu akan melakukan pengetatan perjalanan luar negeri bagi negara-negara yang sudah ada varian baru ini," ujar Koster.

Sebelumnya, WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hongkong, tidak boleh masuk ke Indonesia.

Selain itu bagi WNA dan WNI yang tiba dari luar negeri di luar negara tersebut diwajibkan menjalani karantina 7 hari.

Sedangkan untuk WNI yang memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara tersebut diminta untuk melakukan karantina selama 14 hari.

"Jadi rupanya kita harus bersabar dulu terhadap wisatawan mancanegara ini karena pemerintah pusat akan melakukan pengetatan kembali berkaitan dengan munculnya varian baru ini. Katanya itu lebih berbahaya daripada varian Delta," lanjut Koster.

Koster menyebutkan, langkah ini diambil sebagai bagian perlindungan kesehatan warga dan mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, terutama Bali.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
878 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved