Aldio Putra Diadili, Tipu Korban Rp200 Juta Dengan Modus Janjikan Lolos CPNS

Aldio Putra Prawira (30) telah menjalani sidang dakwaan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Editor: Karsiani Putri
Putu Candra
Aldio saat menjalani sidang secara online.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aldio Putra Prawira (30) telah menjalani sidang dakwaan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Aldio didudukan sebagai terdakwa karena diduga melakukan tindak pidana penipuan.

Modus penipuannya, terdakwa yang bekerja sebagai karyawan swasta itu menjanjikan korbannya, I Kadek Indra lolos sebagai CPNS di Kementerian Keuangan Dirjen Bea dan Cukai melalui 'jalur khusus'.

Pula dalam aksinya dan guna meyakinkan korbannya, terdakwa kelahiran Badung, 20 Juli 1991 ini mengaku dirinya sebagai pejabat golongan tinggi di Kementerian Keuangan.

Atas perbuatan terdakwa, korban Kadek Indra dirugikan sebesar Rp200 juta. 

"Dari dakwaan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP melakukan tipu muslihat, atau kedua Pasal 372 KUHP," ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Ayu Wahyuni Mesi, Rabu, 22 Desember 2021.

Dibeberkan dalam surat dakwaan, berawal pada Desember 2016 korban Indra mendapat informasi dari saksi I Gede Bagus Nugraha, bahwa terdakwa mampu meluluskan sebagai CPNS di Kementerian Keuangan Dirjen Bea dan Cukai.

Saksi korban pun menemui terdakwa di rumah dinasnya di Perumahan Graha Permai Indah, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung.

Untuk lulus PNS 'jalur khusus' itu syaratnya harus menyertakan jaminan uang sebesar Rp200 juta.

Apabila dalam tenggang waktu enam bulan tidak benar bekerja sebagai PNS, maka uang sepenuhnya dikembalikan.

Saat pertemuan, terdakwa menyampaikan bahwa ada penerimaan PNS di Kementerian Keuangan melalui jalur khusus yang hanya dicari beberapa orang saja.

Korban selanjutnya memberitahukan informasi tersebut.

Pihak keluarga korban pun menyetujui dan memberikan izin. 

Saksi korban kemudian menyiapkan dana awal sebesar Rp30 juta.

Dana tersebut ditransfer langsung ke nomor rekening bank atas nama Aldio Putra Perwira pada 29 Desember 2016.

Baca juga: Wisatawan Tembus 30 Ribu Orang/Hari Datang ke Bali

Baca juga: Simak Pentingnya Ajarkan 3 Kata Ajaib Ini Kepada Anak

Pada Januari 2017, saksi korban bertemu dengan terdakwa di rumahnya.

Terdakwa menyuruh saksi korban menandatangani surat pernyataan tertanggal 24 Januari 2017 terkait bersedia untuk mengikuti pendidikan PNS.

Juga terdakwa juga meminta menyiapkan dana tahap selanjutnya. 

Pada 30 Januari 2017, saksi korban kembali mentransfer uang Rp100 juta.

Selanjutnya, pada Februari 2017, saksi korban kembali menemui terdakwa untuk pembayaran tahap ketiga sebesar Rp70 juta.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
893 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved