Polres Bangli Siagakan 154 Personel Selama Natal dan Tahun Baru

Polres Bangli mengerahkan ratusan personelnya untuk pengamanan selama Natal dan Tahun Baru 2022.

Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan saat melakukan pengecekan di Pos Sentral Lapangan Kapten Mudita, Jumat, 24 Desember 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Polres Bangli mengerahkan ratusan personelnya untuk pengamanan selama Natal dan Tahun Baru 2022.

Ratusan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah pos penjagaan yang telah dibangun.

Hal ini berkaitan dengan operasi lilin yang dilangsungkan mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Baca juga: 14 Orang Terjaring & 3 Orang Didenda Masing-masing Rp100 Ribu Saat Sidak Masker di Denpasar

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Jumat, 24 Desember 2021 mengungkapkan, pihaknya dalam hal ini mengerahkan 154 personel.

Jumlah tersebut masih ditambah dengan total 100 personel yang merupakan instansi gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pramuka, hingga Pecalang dan Banser. 

"Adapun pos yang kita siapkan, ada tiga pos besar. Yang pertama pos terpadu di Penelokan Kintamani. Pos terpadu ini untuk memberikan pengamanan hingga pelayanan di kawasan pariwisata Kintamani. Selain itu juga ada pos pelayanan pariwisata di Penglipuran. Itu juga khusus untuk melayani pariwisata di Penglipuran," jelasnya.

Sementara pos ketiga berada di dekat Lapangan Kapten Mudita.

Kapolres menjelaskan, ini merupakan pos pengamanan sentral untuk mengamankan kegiatan ibadah hari raya Natal.

"Jadi kita ada empat gereja, dan ini kita amankan dengan pos pamnya ada di Lapangan Mudita," ungkapnya.

Selain tiga pos besar, Mantan Kapolres Mappi, Papua itu mengatakan pihaknya juga membentuk empat pos check point.

Lokasinya berada di perbatasan-perbatasan setiap pintu masuk Bangli. 

Mulai dari Pos Check Point Bunutin, Bangli untuk mengantisipasi pintu keluar-masuk dari wilayah Gianyar.

Pos Check Point di Catur, Kintamani untuk mengantisipasi pintu keluar-masuk dari wilayah Buleleng.

"Yang ketiga adalah check point di Bangbang, Tembuku untuk mengantisipasi pintu keluar-masuk dari wilayah Karangasem dan Klungkung. Dan yang terkahir check point di Banjar Temen untuk mengantisipasi pintu keluar-masuk dari Gianyar," sebutnya.

Fungsi dari empat check point ini, imbuh Kapolres adalah melakukan kegiatan yustisi.

Di empat pos tersebut akan dijaga oleh tim gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan secara bergiliran. 

"Pos check point itu tidak 1x24 jam, tidak. Tetapi dilaksanakan secara stasioner atau berpindah-pindah. Tugasnya adalah kita melakukan pemeriksaan terhadap para pendatang, ataupun warga yang mau keluar dari Bangli untuk mengurangi mobilitas," jelasnya.

Selain itu, fungsi pos check point juga untuk memaksimalkan peran aplikasi PeduliLindungi.

Dalam hal ini untuk memastikan apakah orang yang akan melaksanakan mobilitas ini sudah memenuhi persyaratan kesehatan.

"Itu bisa dicek dari aplikasi PeduliLindungi. Kalau dia statusnya hitam dan merah artinya yang bersangkutan harus dikarantina sementara sampai mendapat penanganan lanjut dari instansi terkait. Dalam hal ini dinas kesehatan," tandanya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
895 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved