Jelang KTT G20, Penanaman Pohon Mangrove Secara Besar-besaran Dilakukan di Bali

Kodam IX/Udayana melalui gerakan Jaga Alam dan Air (Gejala) melaksanakan penanaman serentak ribuan pohon di Bali,

Editor: Karsiani Putri
Adrian Amurwonegoro
Pelaksanaan penanaman pohon mangrove di Taman Wisata Mangrove, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Bali pada Selasa, 28 Desember 2021.   

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kodam IX/Udayana melalui gerakan Jaga Alam dan Air (Gejala) melaksanakan penanaman serentak ribuan pohon di Bali, bahkan jika digabung dengan wilayah Nusa Tenggara jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu pohon. 

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., bersama Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menanam langsung pohon tersebut beserta ratusan orang dari berbagai elemen lainnya.

Baca juga: Makna Penting Perayaan Siwaratri

Kegiatan seremonial penanaman Pohon Mangrove dilaksanakan di Taman Wisata Mangrove Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Karhutla (BPPIK) Wilayah Jawa, Bali-Nusra, Jalan By Pass Ngurah Rai, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, pada Selasa 28 Desember 2021.

Kapendam IX/Udayana Letkol Kav Antonius Totok Y.P., S.I.P., mengungkapkan, program ini sangat berguna untuk menjaga kelestarian lingkungan maupun mengurangi dampak akibat pemanasan global. 

"Sehingga menjaga kelestarian lingkungan harus menjadi suatu keharusan bersama sebagai upaya untuk tetap terjaga keseimbangan ekosistem," ujar Letkol Totok.

Dikatakan dia, penanaman Pohon Mangrove ini mampu mencegah intrusi air di laut, mencegah erosi dan abrasi di pantai, sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi berbagai jenis satwa di pesisir dan lautan.

"Ini juga potensi sumber daya alam sebagai kebutuhan sehari–hari utamanya masyarakat disekitarnya. Tanaman Mangrove/Hutan Mangrove selain dapat dijadikan sebagai wahana pendidikan, edukasi maupun pariwisata, juga dapat diolah dan dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang cukup bagus," kata dia.

"Seperti buahnya bisa dijadikan sebagai sumber pangan lokal baru dan telah dikembangkan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Batu Lumbang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan lbu-lbu PKK setempat," sambungnya.

Dijelaskan Letkol Totok, buah pohon mangrove daoat dikembangkan menjadi produk makanan ringan, teh, dan Kopi yang di antaranya telah lulus uji BPOM dan mempunyai banyak peminat di pasar lokal.

Kemudian dalam waktu dekat, kata dia, Indonesia khususnya di Provinsi Bali menjadi tuan rumah perhelatan besar bertaraf internasional, yaitu menjadi tuan rumah pelaksanaan konferensi tingkat tinggi G20 Tahun 2022 mendatang. 

"Hal ini merupakan langkah baik untuk memulihkan kembali pariwisata yang ada di Provinsi Bali yang diakibatkan dampak dari pandemi COVID-19," ujarnya.

Untuk Jajaran Kodam IX/Udayana, dipaparkan Kapendam, telah melaksanakan penanaman Pohon Mangrove jenis Prohram secara tersebar sebanyak 35.950 pohon.

"Ditanam di wilayah Kodim 1611/Badung sebanyak 4.000 pohon, Kodim 1617/Jembrana sebanyak 5.000 pohon, Kodim 1620/ Lombok Tengah 21.950 pohon dan Kodim 1612/Manggarai sebanyak 5.000 pohon," paparnya.

Tidak hanya Pohon Mangrove, Kodam IX/Udayana dan jajarannya juga menanam tanaman pohon keras dan pohon produktif sebanyak 8.790 pohon.

"Yang ditanam di wilayah Kodim 1609/Buleleng 5.830 pohon, Kodim 1612/Manggarai 1.000 pohon, Kodim 1602/Ende 250 pohon, Kodim 1625/Ngada 250 pohon dan di wilayah teritorial Brigif 21/Komodo 1.460 pohon," ujarnya.

Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf menyampaikan, kegiatan yang diselenggarakan di wilayah Kodim 1611/Badung ini dicanangkan Presiden RI Ir.H. Joko Widodo untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional di tengah Pandemi Covid-19, melalui Penanaman hutan Mangrove.

"Kegiatan ini  juga mendukung kegiatan Presidensi G20 yang salah satu sasaran adalah di Hutan Mangrove, tentu saja kami bersama-masa elemen masyarakat, tanpa mereka, petani nelayan pohon ini tidak akan tumbuh," ujarnya.

 "Hutan mangrove yang dibangun sejak tahun 2003 ini diharapkan menjadi percontohan bagi rehabilitasi ekosistem Mangrove di Provinsi lain di Indonesia," sambung Danrem

Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Dody Triyo Hadi,S.Sos.,M.Si menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk wujud kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan alam untuk menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah peisisir.

"Melalui gerakan ini diharapkan mampu memberikan semangat kepada kita untuk lebih mencintai lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Peisisir, serta bertujuan sebagai pilar penyangga kehidupan dalam mencegah pemanasan global dan perubahan iklim khususnya,” tuturnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
899 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved