MDA Kec. Marga Sepakati Pawai Ogoh-ogoh Dengan Syarat

Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Marga bersama Muspika serta Bendesa Adat se-Kecamatan Marga menggelar rapat koordinasi

Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Marga bersama Muspika serta Bendesa Adat se-Kecamatan Marga menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan pawai ogoh-ogoh pada Hari Pangrupukan Nyepi Tahun Caka 1944 di Kantor Camat Marga, Jumat, 7 Januari 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Marga bersama Muspika serta Bendesa Adat se-Kecamatan Marga menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan pawai ogoh-ogoh pada Hari Pangrupukan Nyepi Tahun Caka 1944 di Kantor Camat Marga, Jumat, 7 Januari 2022.

Dalam rapat tersebut telah disepakati bahwa pelaksanaan pawai ogoh-ogoh bisa dilaksanakan dengan syarat mematuhi aturan yang tertera dalam surat edaran yang diterbitkan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali.

Dari hasil rapat koordinasi tersebut, Bendesa Adat seluruhnya diharapkan untuk menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Namun, pelaksanaannya harus dilakukan asalkan memenuhi syarat yang berlaku.

Sebab, kegiatan ini agar tidak menjadi boomerang ditengah masih adanya kekhawatiran varian baru Covid 19.

Camat Marga, I Gusti Agung Alit Adiatmika menjelaskan, sesuai dengan SE dari MDA Bali nomor: 009/MDA-Prov Bali/XII/2021, pelaksanan pawai ogoh-ogoh di Bali sudah mendapat restu.

Hanya saja, pihak penyelenggara dalam hal ini Banjar/Desa Adat wajib mematuhi persyaratan atau aturan yang telah ditentukan. 

"Artinya ijin sudah ada untuk pelaksanaan pawai ogoh-ogoh itu, tapi harus tetap disesuaikan dengan perkembangan kasus Covid-19 nantinya. Kami juga akan memberikan izin jika pihaknya sudah mengikuti aturan atau beberapa catatan sesuai dengan SE MDA Bali tersebut," kata Alit Adiatmika Jumat, 7 Januari 2022. 

Dia melanjutkan, sesuai dengan SE, seluruh Desa Adat terlebih dahulu diminta untuk membuat kesepakatan dengan warga selaku penaggungjawab keamanan pelaksanannya.

Sebab, jika terjadi sesuatu hal agar lebih mudah dikoordinasikan.

Kemudian, seluruh Desa Adat diharapkan segera mengatur rute pengarakan ogoh-ogoh agar tidak berbenturan dengan wilayah lainnya. 

"Selain itu kita juga harap Desa atau Bendesa Adat serta elemen masyarakat untuk melakukan pengawasan dan kontrol kepada masyarakat saat itu. Karena sesui dengan aturan, pukul 22.00 Wita perayaan atau pelaksanaan pawai ogoh-ogoh sudah harus selesai," tegasnya.

Terpisah, Danramil Marga, Kapten Infanteri I Made Widiarta menambahkan, pihaknya bersinergi dengan Polri dan juga pihak keamanan Desa Adat dalam hal ini pecalang akan melakukan pengamanan secara maksimal.

Kemudian masyarakat diharapkan tidak mengunggah kegiatan ke media sosial untuk mengantisipasi adanya permasalah baru kedepannya. 

"Semoga perkembangan Covid-19 kedepannya terus melandai sampai bulan Maret nanti sehingga rencana perayaan Nyepi dengan ogoh ogoh berjalan sesuai rencana," katanya. 

Namun, kata dia, jika nantinya ada perubahan situasi diharapkan masyarakat mengikuti keputusan dari pemerintah.

Baca juga: 4 Pedagang Bermobil Diusir Aparat Gabungan Karena Ketahuan Berjualan di Dalam Terminal Galiran

Bendesa Adat agar menyampaikan kepada warganya utamanya kaum yowana atau pemudi pemudi sehingga ada pengertian dan tidak ada perasaan kecewa, dari muda mudi yang sudah antusias menyambut peayaan Nyepi dengan pawai ogoh ogoh. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
906 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved